Monday, December 15, 2008

Convert Citizenship

Di milis lagi rame masalah pindah kewarganegaraan, dari Indonesia ke Singapore.
hmmm, saya pikir sih, pindah kewarganegaraan itu hak setiap individu, tapi mungkin perlu di pikirin lagi, apa alasan prinsipil yang membuat kita harus pindah kewarganegaraan.

dari diskusi dan dari pengamatan saya sih, kalo dari sisi kemudahan, economic prosperity, government support buat citizen-nya, mungkin kalo cuma mikir itu, saya tahun depan apply PR dan tunggu untuk dapet approval jadi citizen.

tapi, saya ga tertarik tuh. banyak alasan, dan balik lagi, itu hak individu buat pindah citizenship atau ga, saya ga menentang ko.

saya posting di milis seperti ini:

ngomongin masalah Indomie dan Citizenship, Kerja 5 hari dan citizenship, serobotan ngantri dan citizenship, ngomongin preman dan citizenship. ...

the choice is yours, but Indonesia needs you, whether you need Indonesia or not.
please read this article, full article you can find here
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Work till i die

But to be fair, I applaud the government in doing a fine job in ensuring that our limited human resource in Singapore is fully utilised to contribute productively to our nation’s workforce.

Putting myself in their shoes, this could be a bo bian (no choice) kind of situation.

However, as a working 30 year old Singaporean, my concern is the rising cost of living which will shrink the value of my CPF retirement nest in 30 years’ time.

Another concern is the affordability of healthcare, as by that “retirement age”, healthcare would be a necessity for me to keep working in order to stay alive.

Against such a bleak bo bian backdrop, it is apparent that as a Singapore citizen, I will have to work till I die.

Is our future really ours to make - as an NDP slogan once said?
-------------------------------------------------------------------------

silahkan diputuskan.... :)

3 comments:

melur said...

working until the day I die? hmmm, I really don't like the sound of it...

emang sebanyak itu ya oom yang pengen pindah citizenship??

Anonymous said...

Iya..mas..whether I like it or not, need it or not, Indonesia still need me...

I would change my citizenship in some part of middle east country, If I could...

Anonymous said...

Rani belum pernah tinggal apalagi bekerja di luar negeri. Bisa jadi rumit mengurus hal-hal tertentu jika kita bukan warga negara mereka.

Tapi tetap... entahlah. Menurut rani, Indonesia bukan sekedar keterangan nama negara di passport. Indonesia lebih dari sekedar apa yang tertulis atau terucap. Indonesia ada dalam darah dan nafas kita.

So, apapun label yang tercantum di passport kita, entah itu Indonesia ataupun telah berubah ke negara lain... rani berharap Indonesialah yang ada di darah dan nafas kita (ya, kamu.. aku... dia.. dia.. dan semua yang cinta Indonesia)