Sunday, December 28, 2008

Picture of The Year

The Telegraph has 30 pictures of the year (funny category), one of the picture is this:

Mudiiik.... yu maaang.... :D

Friday, December 26, 2008

Last Flight Home

Whoa...

Couldn't wait to come home....

well, best described by Buble here;

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

just in my case, short sms and short conversation, and it has been more than two years. i hope i know this time.

Another aerorplane
Another sunny place
I’m lucky I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

yeah, Karawang is sunny place, you know :D but i'm going to Bandung and Jakarta also.

it is actually last flight by SIA, 9:20 PM, and probably reached home at midnight.
and it is free.... ;D

Wednesday, December 24, 2008

Hare gene bayar Fiskal

Finally, the news that we've been waiting for, the official news about exit permit has broken out yesterday. and it is a GOOD news.


tuh monyet aja seneng, kaga usah mikir, katanya iklan XL.




ini dia potongan dari siaran berita dari Dirjen Pajak:

beuh, fiskal airport 2,5jt, fiskal seaport 1jt, dan jalan kaki gratis, semisal lewat entikong.

dan, eng ing eng.... berita yang ingin kita dengar bersama.............

berkat point g ini, kita bebas fiskal asal punya work permit, dengan penerbitan SKBFLN (Surat Keterangan Bebas Fiskal Luar Negri) seperti biasanya yang 4 kali itu. nah harapannya itu, mudah-mudahan bebas fiskalnya ga dibatasi 4x he...he.... anyway, itu aja udah good news, kalo ga dibatasi, it will be a GREAT news.

ini link dari Dirjen Pajak buat download siaran beritanya.

jadi no worry nih mau balik tahun baru besok ke Jakarta ;D

Sunday, December 21, 2008

Monday, December 15, 2008

Convert Citizenship

Di milis lagi rame masalah pindah kewarganegaraan, dari Indonesia ke Singapore.
hmmm, saya pikir sih, pindah kewarganegaraan itu hak setiap individu, tapi mungkin perlu di pikirin lagi, apa alasan prinsipil yang membuat kita harus pindah kewarganegaraan.

dari diskusi dan dari pengamatan saya sih, kalo dari sisi kemudahan, economic prosperity, government support buat citizen-nya, mungkin kalo cuma mikir itu, saya tahun depan apply PR dan tunggu untuk dapet approval jadi citizen.

tapi, saya ga tertarik tuh. banyak alasan, dan balik lagi, itu hak individu buat pindah citizenship atau ga, saya ga menentang ko.

saya posting di milis seperti ini:

ngomongin masalah Indomie dan Citizenship, Kerja 5 hari dan citizenship, serobotan ngantri dan citizenship, ngomongin preman dan citizenship. ...

the choice is yours, but Indonesia needs you, whether you need Indonesia or not.
please read this article, full article you can find here
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Work till i die

But to be fair, I applaud the government in doing a fine job in ensuring that our limited human resource in Singapore is fully utilised to contribute productively to our nation’s workforce.

Putting myself in their shoes, this could be a bo bian (no choice) kind of situation.

However, as a working 30 year old Singaporean, my concern is the rising cost of living which will shrink the value of my CPF retirement nest in 30 years’ time.

Another concern is the affordability of healthcare, as by that “retirement age”, healthcare would be a necessity for me to keep working in order to stay alive.

Against such a bleak bo bian backdrop, it is apparent that as a Singapore citizen, I will have to work till I die.

Is our future really ours to make - as an NDP slogan once said?
-------------------------------------------------------------------------

silahkan diputuskan.... :)

Sunday, December 14, 2008

Boneka buat Reva

ceritanya kemaren Santi minta di install-in Microsoft Office di laptop barunya --yang diatas mah Dell ane-- dimana yang mana daripada office-nya udah expired. nah aku jadi deh maen ke tempatnya Santi dan gerombolan Conan Wu, kalo Santinya sih pulang ke Batam, yang ada di rumahnya adalah Dian si petualang sejati dan keluarga.

di rumah Dian memang ada keluarganya yang lagi jalan-jalan ke Singapore, termasuk anaknya yang masih berumur satu tahunan, namanya Reva. tuh anak lucu bener deh, ngingetin sama keponakan-keponakan yang nakal-nakal di kampung.

kembali ke laptop, tu office ga bisa di kadalin ternyata, dan akhirnya harus aku installin yang baru, dan mungkin baru bisa aku installin senen depan.

malem minggu kemaren maen ke Shop 'n Save, eh kebetulan banget liat nih boneka beruang kutub yang lucu, jadi inget sama anaknya Mak Dian, jadi deh aku beliin dengan syarat harus beli juga product F&N yang punya you-know-who.

boneka lucu, mudah-mudahan si Reva seneng tuh.

Saturday, December 13, 2008

Elpiji jilid II

kalo poliTIKUS lagi ribut poros tengah jilid II, masyarakat, konstituennya, lagi pusing sama kelangkaan elpiji.

mana sih poliTIKUS yang koar-koar ngomongin masalah elpiji yang langka karena, katanya, distribusi terhambat karena cuaca buruk, kapal pengangkut elpiji yang rusak, dan bla... bla...

Pertamina. logo baru ternyata ga merubah ke tidak profesionalan-nya. what a pity.

Minyak tanah yang secara tidak langsung memang diputus distribusinya sejak pemerintah, yeah right, menetapkan program konversi minyak tanah ke gas elpiji, yang sebenernya memang program yang bagus. tapi siap ga sih pelaksana-pelaksana di lapangan? perencanaan yang matang dan skenario pelaksanaan program kalau ada masalah di pengadaan dan distribusi.

mereka, Pertamina, berjanji masalah elpiji ini bakalan selesai minggu depan, orang yang sama yang janji asuransi buat tabung gas. sekarang masalahnya bukan janjinya nanti tepat atau nggak, yang jelas, apa sih program yang mereka punya sekarang sebelom elpiji lancar lagi, sesuai yang dijanjikan mereka.

what they should do now? Pertamina harus menyewa pawang hujan di Natuna supaya pasokan lancar ha....ha.....

stupid solution for supid company from stupid blogger. who knows they follow this stupid idea, well, you never know :D

Thursday, December 11, 2008

Indosing Poll: Fav. Perfume

Favorite perfume Polling.

Poll so far:
Cowo
1. CK Be









2. CK One.











3. CK Truth









4. Hugo BOSS in motion









5. Polo Black









6. Zegna Intenso









7. Kistna bodyshop








8. Cap Kapak (Bos SL) --ngga kapak merah sekalian? he..he...--









9. Axe --Om Eye in the Sky :D--









10. Polo Blue Ralph Laurent









11. Davidoff Cool Water









12. Aigner Blue Emotion








13. Bedak BB Harum Sari --Andi di jkt--







Perfume buat cowo yang cewe seneng:

1. Aigner Blue Emotion --Yuliana-- (refer ke cowo no 12)
(mana lagi ya ceweknya.... )

kali aja berguna nih Poll-nya kan?
jadi nanti kalo desek-desekan di MRT ga ada yang komplen he...he...

kalo ada yang mau nambahin, silahkan di komen ah...

Friday, December 5, 2008

my Hero: Butet

(photo is courtesy of Kompas)

She is not that Butet Kertarejasa (well, i don't like that guy), this is Butet, the founder of Sokola (sekolah alam).
-----------------------
Jumat, 5 Desember 2008 03:00 WIB

Saur Marlina Manurung (36) atau dikenal dengan Butet Manurung celingukan ke arah teman-temannya ketika ditanya berminat menjadi pegawai negeri sipil atau PNS atau tidak. Pendiri perkumpulan Sokola ini celingukan, terutama karena dirinya tidak tahu apa itu kepanjangan PNS.

Setelah mendapat penjelasan bahwa PNS adalah singkatan dari pegawai negeri sipil, Butet yang membiarkan rambut ikalnya tergerai tersenyum.

”Saya sih enggak suka. Lagi pula, enggak cocok kali ya? Bagaimana kami bisa upacara setiap Senin pagi, sementara kami ada di ujung gunung,” ujar Butet yang semasa mahasiswi juga aktif sebagai pencinta alam Palawa Universitas Padjadjaran, Bandung, itu sambil senyum.
read the rest here
---------------------------------------------
yeah, she is my Hero.

Wednesday, December 3, 2008

S'pore Slingers vs SM Britama (Indonesia)


Here's your chance to catch this Sunday's game

Venue : Singapore Indoor Stadium
Date : 7 December 2008 (Sunday)
Time : 4.00pm
Fee :
$5 ticket (Category 4)
(+$1 SISTIC booking fee) at the Gallery General Admission
Normal ticket price @ $12
$10 ticket (Category 3)
(+$1 SISTIC booking fee) at the Premium reserved Seating
Normal ticket price @ $16
--------------------------------
yang 5 dollar dan 10 dollar khusus buat Jobstreet member, lumayan saya anggota, maklum JobHopper :D

QI: Dream

Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn't do than by the ones you did. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream.

MARK TWAIN (1835-1910)



Tuesday, December 2, 2008

Elpiji 3Kg, "Bom Waktu"

we have a long and interesting discussion about this LPG tube, especially the 3 kilos, since it is subsidised by our Govt. there are lots of accident of gas explosion caused by this 3 kilos LPG tubes, the causes vary, from gas leaking through the weld seam on the tube itself, the regulator, and the valve (pentil?)

Victims have suffered, but what our Govt. and Pertamina have done about this? I'm not so sure about this, i mean i'm not even sure if the Govt. or Pertamina put the public safety above the needs to save Govt. Budget from Kerosene Subsidy by trying to switch the subsidy to LPG. They forget, that even the budget itself comes from public money. ha!

see this video:




Where is the insurance that Pertamina once said:

"PT Pertamina (Persero) akan mengasuransikan tabung elpiji tiga kg sebagai upaya memberi rasa aman kepada para penggunanya, meski secara umum tabung tiga kg yang beredar dimasyaraat telah memenuhi standar keselamatan dan keamanan. "Namun, tentunya akan menjadi lebih baik kalau tabung juga diasuransikan. Kami harapkan bisa terealisasi dalam waktu dekat," ujar Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya di Jakarta"


Bullsh*t.

Monday, December 1, 2008

Kecewa

Pernah ga ada orang kecewa sama kita, cuma karena kita ga tau apa yang dia harapkan dari kita, dan tau-tau dia kecewa aja?

Manusia memang penuh dengan misteri...

Friday, November 28, 2008

Iedul Adha

عيد الأضحى atau Iedul Adha 2008 akan jatuh pada tanggal 8 Desember 2008 (10 Djulhijjah 1429), dan bagi ummat Muslim yang mempunyai kelapangan, di Sunnah-kan untuk berkurban (Sunnah Muakkad).

ini dasar syariat yang mendasari Qurban:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah.” (Al Kautsar 1-2)

Hadits Nabi:

"Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)


jadi, kalo kita lagi lapang nih --kalau saya terus terang, bulan ini masih belom bisa, disebabkan masih berhutang akibat bayar penalti ke kompeni lama he...-- ayo beli kambing atau sapi bareng-bareng, buat di korbankan. InsyaAllah kita dilepaskan dari sifat-sifat bakhil.

“… dan barangsiapa dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al Hasyr 9)

Source: wiki dan Cholis' blog

Seremoni IKA-ITS Kepri dan Dies Natalis ITS

ada acara buat temen-temen di Kepualauan Riau nih, Wiwi telat ngasihnya ah :) ;
-------------------------------------------------------------
Selamat sore, Rekan-Rekan sekalian..........

Kami segenap Pengurus Yayasan Sepuluh Nopember Kepulauan Riau dan Pengurus Wilayah IKA ITS Kepulauan Riau, mengundang Rekan-Rekan pada:

Hari, Tanggal : Minggu, 30 Nopember 2008
Waktu : Pukul 10.00 - Selesai
Tempat : Aula A Politeknik Batam
Agenda : Ceremonial Dies Natalis Yayasan Sepuluh Nopember Kepulauan Riaundan Pelantikan Pengurus Wilayah IKA ITS Kepulauan Riau

Acara ini turut dihadiri oleh Rektor ITS dan Pengurus Pusat IKA ITS.
Terima kasih atas kehadiran dan partisipasi Rekan-Rekan dalam agenda ini.
Untuk konfirmasi kehadiran, silahkan menghubungi panitia sbb:
1. Arief M; amaulana@mcdermott.com, 0856-65349932.
2. Wiwik W; syivana@yahoo.com, 0813-64197560

Kami nantikan konfirmasi kehadiran Rekan-Rekan,hingga hari Jum'at, 28 Nopember 2008, Pukul 11.00 WIB.

Atas Nama Panita & Pengurus Yayasan Sepuluh Nopember Kepri,
WIWIK W
-------------------------

Silahkan temen-temen yang di Batam dan sekitarnya, dateng tuh

Wednesday, November 26, 2008

Kla return

Wah, ada berita dari temen kalo Kla returns! on November 29. emang Superman aja yang returns, Kla juga dong he...he...

ternyata, memang Kla project telah kembali dengan formasi asli, Katon, Lilo, Adi Adrian. Well, the most memorable dari mereka adalah Klakustik-nya, top banget dah ah, kalo orang sini bilang, Best lah!!

udah fed up masalah pajak, saya pikir kita harus sedikit chill out dengerin dan karaokean lagunya Kla :) ternyata ada di youtube.

supaya rindu pulang kampung, ini ada Yogyakarta;


berhubung udah musim hujan, dan di Singapura ampir tiap hari ujan nih, ini lagunya yang really fit your mood in the rainy day :)



Enjoy!

Unofficial Guide to CoR Application

Ada tambahan Info dari milis yang diposting sama Cak Ainun, dari Indonesian yang kerja di IRAS, please read disclaimer
---------------------------------------------------------------------------------------

GENERAL FAQ

1. How does IRAS provide proof of Spore Tax Residency for Indonesian paying tax to Spore under the following category:

i. Working in Spore:
  • Indonesian citizens who are Spore PRs (SPRs) and have established a permanent home in Singapore; or
  • Indonesian citizens who has stayed in Singapore for 183 days or more in the year preceding the YA; or
  • Indonesian citizens (who is not a director of a company) who has worked in Singapore for 183 days or more in the year preceding the YA.

ii. Doing Business in Spore.

iii. Having investment in Spore.

COR is a certificate to certify that a person is treated as a "resident for income tax purpose". IRAS will only issue the COR upon request from the person.

In general, under definition of section 2 of the Income Tax Act, a person is treated as "resident for income tax purposes" if in the year preceding the year of assessment:

a. He is residing in Singapore except for such temporary absences therefrom
as may be reasonable and not inconsistent with a claim by such person to be
resident in Singapore (Qualitative Test);or

b. He is physically present or who exercise an employment (other than as a
director of a company) in Singapore for 183 days or more during the year
preceding the year of assessment (Quantitative Test).

This is a simple test to determine whether a person is to be treated as a resident for tax purposes.
If an Indonesian is working in Singapore for 183 days or more in the year 2008, or physically present (not necessary must be working here) in Singapore for 183 days or more in year 2008, he will be treated as a resident for Income Tax purposes for the Year of Assessment 2009.

2. What is the proof of Spore Tax Residency if the income in a particular YA is below taxable income threshold of that YA?
COR is accepted by other tax authorities. Please refer to the above definition of "resident".
A person's income is not a factor to determine his resident status.

3. What is the definition of "a permanent home in Singapore"?
Many are renting flats or rooms. Are these considered as "a permanent home in Singapore"? Generally, a permanent home in Singapore means a person has a permanent place to stay in Singapore. It does not matter whether the house is owned by him or rented by him.

A "permanent home in Singapore" is most commonly used in the qualitative test as mentioned above. It is usually a factor to consider a person's resident status if he does not satisfy the quantitative test.

FILLING UP COR APPLICATION
4. For Indonesian citizens who are Spore Tax Residents and do not earn any income in Indonesia:

a. Nature of Income (e.g. dividend, interest) derived from treaty country = N.A
b. Amount of Income = N.A
c. Has the overseas income been remitted to Singapore? Please tick the relevant box (es) accordingly. Put the tick in the box "No, I will not be remitting the overseas income to S'pore"

5. Can we request for COR of more than 1 YAs on a single request form?
Yes, you can.

6. Can the COR be requested for back year YAs? What are the maximum back years allowable?Yes, you can too. No limitation in no. of back years. It depends on what the person started to pay his tax.For example, if a person started to work in Singapore for in 2007, IRAS can only certify for YA 2008 onwards. That is no back year involved in this scenario.

7. How long will it take for COR to be issued since submission of request?For urgent cases, please submit the form directly to IRAS officers at Tax Payer Service Center, level 1, Revenue House instead of submission by post.

REFERENCES
1. COR Form can be downloaded from the following path:http://www.iras/. gov.sg/irasHome/ page03.aspx? id=284
2. For other inquiries, you can visit http://www.iras.gov/. sg or call IRAS at thenumbers found here:http://www.iras/. gov.sg/irasHome/ page.aspx? id=84

DISCLAIMER
This guideline should not be treated as an official reply from IRAS. All information above can be found in http://www.iras.gov/. sg but condensed in Q&A format (many more can be found in IRAS website).
For any other queries, you are strongly advised to contact IRAS directly.
*(as at 25 Nov 2008)*

Tuesday, November 25, 2008

Hari Guru

Beuh, lupa kalo hari ini, 25 Nopember adalah Hari Guru.

My father and my two sisters are Teacher, Guru SD tepatnya. Bapak udah pensiun, setelah mengajar lebih dari 30 tahun.

well, i really do respect teacher. dan saya tau sendiri kerjaan jadi guru itu berat, dan bukan rahasia lagi, gaji kecil :)

Mudah-mudahan, Bapak Ibu Guru bisa diberi kesehatan, kejernihan berpikir untuk terus mengembangkan kemampuan mengajarnya, dan yang pasti, kenaikan gaji :> cheers!!

Selamat hari Guru!!


Subjek Pajak Luar Negri

dapet reply dari pusat pengaduan pajak, dari email saya minggu kemaren;
--------------------------------------------------------------------------
Yth. Bapak/Ibu,

Kami akan coba menjawab pertanyaan saudara, sebagai berikut:

Apabila Saudara tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan), maka Saudara adalah Subyek Pajak Luar Negeri sebagaimana diatur di Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 2 (terlampir), kecuali diatur lain di Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (Tax Treaty) antara Indonesia dengan negara domisili saudara. Daftar negara yang telah mempunyai Tax Treaty dengan Indonesia dapat Saudara lihat di alamat berikut http://www.ortax.org/ortax/?mod=treaty.

Subyek Pajak Luar Negeri yang tidak mempunyai penghasilan apapun yang bersumber dari Indonesia, tidak perlu membayar Pajak Penghasilan (PPh) di Indonesia. Apabila Subyek Pajak Luar Negeri memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia, maka penghasilan tersebut dipotong PPh sesuai dengan tarif yang diatur di Tax Treaty (apabila sudah ada Tax Treaty dengan Indonesia) atau UU RI No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (apabila belum ada Tax Treaty dengan Indonesia).

WNI yang merupakan Subyek Pajak Luar Negeri tidak wajib mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP, akan tetapi diperbolehkan untuk memiliki NPWP. Pendaftarannya dapat melalui e-registration di website kami (www.pajak.go. Id). Setelah selesai melakukan pendaftaran, formulir registrasi dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara (SKTS) harus dikirimkan dengan dilampiri fotokopi KTP yang masih berlaku ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sesuai domisili saudara berdasarkan KTP via pos. Nantinya Kartu NPWP akan dikirimkan ke alamat Saudara seperti yang tercantum di KTP.

Setelah memperoleh NPWP, Subyek Pajak Luar Negeri tersebut tetap mempunyai kewajiban melaporkan SPT Tahunan setiap tahun paling lambat tanggal 31 Maret tahun berikutnya ke KPP tempat Saudara terdaftar. Apabila Saudara tidak memperoleh penghasilan sama sekali dari Indonesia, maka saudara cukup melaporkan penghasilan dan PPh Terutang NIHIL. Untuk membuktikan bahwa saudara adalah Subyek Pajak Luar Negeri, SPT Tahunan tersebut harus dilampiri dengan Surat Keterangan Domisili (Certificate of Residence) yang diterbitkan oleh Competent Authority setempat.

Demikian kami sampaikan, semoga dapat menjawab pertanyaan saudara.

-- Hormat kami,Pusat Pengaduan Pajak--

---------------------------------------------------------
Pusat Pengaduan Pajak hanya menerima pengaduan.Jumlah pertanyaan yang dapat diajukan kami batasi hanya sampai 3 (tiga) pertanyaan.A

pabila Saudara memerlukan penegasan jawaban atas permasalan perpajakan, silakan kirimkan pertanyaan Saudara ke alamat berikut:

Direktorat Peraturan Perpajakand.a. Jalan Gatot Subroto Nomor 40-42Jakarta 12190
------------------------------------------------------------
Pusat Pengaduan Pajak (Tax Complaint Center)Kantor Pusat Direktorat Jenderal PajakGedung B, Lantai 4Jalan Gatot Subroto Nomor 40-42Jakarta 12190Telepon: 500200Faksimili: 021-525 1245

email:
pusat.pengaduan.pajak@gmail.com

The Quite Interesting Philosophy


Have you ever wondered what you should be doing with your life? What it's all about? We have too. And that's why QI exists - to satisfy our curiosity about... well, everything. It's all Quite Interesting if you look at it in the right way.

ini dia the right way-nya;

They say the primal drives are food, sex and shelter.
QI says there is a fourth: Curiosity.

We are hard-wired for curiosity: it is innate - a fierce need - and, unlike the other three drives, it is what makes us uniquely human. But pure curiosity, completely standard in children under seven and found in great artists, scientists and explorers, is, for some reason, quickly suppressed, sublimated or shrunken in most people. We make do with crossword puzzles, gossip, football results, pub quizzes and Jerry Springer.

Our first three drives get plenty of fuel. Celebrity chefs are front page news. Eighty per cent of internet traffic is to do with sex. More and more programmes titled Celebrity something-or-other seem to keep appearing...

The world brims and bulges with interesting information, but these days it rarely reaches us. A preference for the quick fix on the part of both consumer and corporation offers increasingly materialist, visceral satisfaction. We want it easy and cheap and we want it now. Fashion, celebrity, pornography, lottery. The culture is withered and lame, flashy and shallow. They're just not interesting.

People are living in a daze: swamped with information, starved of stimulation. They're overworked, anxious, bored and confused. They don't know what to do with their evenings. It takes all day to read a single Sunday paper, but no-one's any the wiser afterwards.

The human brain is the most complex object in the known Universe, with as many neurons as there are trees in the Amazon rain-forest. The number of possible connections in a single human brain is said to exceed the number of particles in the universe. But what are we doing with this extraordinary organ between our ears? Reading Hello is what. Doing the lottery in the pathetic hope that things would be all right if we were on a yacht.

People say the brain is like a computer, but it is not. It is nothing like a computer. There is no computer in the world today that knows or understands as much as any five year old child. Smarter than computers though we may be, what do we know, really, any of us? Sure we can build aeroplanes and toasters (well, you and I can't, but we know a man who can). Some people can remember all the state capitals in the US or the name of Napoleon's horse. But as to the knottier questions...

What is life? No one knows. What, if anything, happens after death? Nope, got me there. What is consciousness? Er... Music? Light? Viruses? Laughter? Electricity? No one has the faintest idea what any of these things actually are. We do not know how the universe began, how large it is, how fast it is expanding (or even if it is) or if there is more than one of them.

Orthodox modern physics asserts that there are many universes, though exactly how many is anyone's guess, because there is, unfortunately, no quantum physicist in the world who understands quantum physics. Well, why should they ? I've never met a single person who understands the workings of their own mind or how to bring up their own children properly, let alone tricky stuff like The Copenhagen Interpretation.

We live, they say, in The Information Age, yet almost none of the information we think we possess is true. Eskimos do not rub noses. The rickshaw was invented by an American. Joan of Arc was not French. Lenin was not Russian. The world is not solid, it is made of empty space and energy, and neither haggis, whisky, porridge, clan tartans nor kilts are Scottish.

So we stand, silent, on a peak in Darien: a vast, rolling, teeming, untrodden territory before us. QI country.

Whatever is interesting we are interested in. Whatever is not interesting, we are even more interested in. Everything is interesting if looked at in the right way. At one extreme, QI is serious, intensely scientific, deeply mystical; at the other it is hilarious, silly and frothy enough to please the most indolent couch-potato.

The steam engine was invented in ancient Greece. The earth has at least seven moons, not one. George Washington's teeth previously belonged to a hippopotamus. The information goes on and on, deeper and wider, stranger and stranger.

And this is the point of QI: it is worthwhile. It is 'autotelic' - worth doing for its own sake. And it echoes the venerable mission statement of Lord Reith's BBC: to educate, inform and entertain.
No one need ever be bored again.
--------------------------------------------
lucu dan menarik.

Monday, November 24, 2008

update: Surat Keterangan Domisili

update dari postingan tentang Surat Keterangan Domisili:

Tadi ada email dari Om Dahsyat dan OM Adikritz yang udah apply CoR (Certificate of Residence)/SKD ke IRAS, ini point-pointnya:

1. Download formnya di IRAS
2. Isi form dengan contoh seperti ini:

Part I
Name of treaty country: Indonesia
Nature of Income: Singapore Employment Income
Year of Asessment: 2009 (soalnya suratnya dipake buat tahun 2009-CMIIW)
(e.g. The basis period for the Year of Assessment 2006 is 1 Jan 2005 to 31 Dec 2005.)

Remitted to Singapore: No

Part II
Kosong

Part III
Number of Days: Dihitung dari awal tahun berpenghasilan di Singapore sesuai dengan periode tahun yang dimaksud
During Year:
2008
(certificate is required for Year of Assessment 2006, year to be confirmed is 2005)

3. Submit form itu dengan kelengkapan sebagai berikut
- Copy Work Pass (EP, SPass, WPass)
- Copy pasport
- Request letter (ngarang bebas) yang berisi pernyataan:
* bahwa kita berada di Singapore sesuai dengan Number of Days yang kita isikan
* tidak ada penghasilan tambahan di Indonesia
* Bahwa CoR ini untuk kepentingan authority (Dirjen Pajak dalam hal ini) di Negara yang dimaksud

4. Bisa submit langsung ke IRAS di Novena exit B lewat Long John Silver, atau submit lewat email ke: fc@iras.gov.sg (untuk PR ke taxqueries@iras.gov.sg)

jadi kesimpulan yang bisa saya ambil dan juga dari diskusi itu, untuk membebaskan kita dari penerapan pajak di Indonesia, kalau kita lebih dari 183 hari di Luar Negri, maka CoR/SKD ini menjadi wajib ketika kita submit SPT dengan Pajak Terhutang Nihil.

"update dari diskusi di milis Indosing, CoR (dari IRAS) ini semacam surat deklarasi bahwa kita ga ada/ada penghasilan dari Indonesia, dan SKD (dari Dirjen Pajak) berguna untuk declare kalo kita ga ada/ada penghasilan dari Singapore."

itu dari postingan saya sebelomnya, jadi mudah-mudahan udah ga bingung lagi masalah Wajib Pajak Dalam Negri atau Luar Negri, kalo kita udah megang SKD/CoR ini.

Keong and Me

dari Multiply-nya Dee, pengen refleksi dulu setelah dibombardir masalah Pajak
tapi inget power point dari Lizia, The missing Piece, tentang perjalana sebuah lingkaran yang mencari fragment dirinya...

---------------------------------------------------------------------------
Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak.

Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta maaf, seraya berkata: 'aku sudah berusaha dengan segenap tenaga!'

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka.
Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan. Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan. Ya Tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap. Biarkan saja keong merangkak di depan, aku kesal di belakang.

Pelankan langkah, tenangkan hati....Oh...Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.

Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut. Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.

Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.

Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini? Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga! Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat memahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya. 'He's here and with me for a reason' Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu. Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu, Ingat untuk bersyukur padanya. Karena ialah yang mengubah hidupmu.

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih. Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci, Sapalah dengan tersenyum. Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah, berbincanglah dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, Berkatilah dia. Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu.

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati.

Sunday, November 23, 2008

Surat Keterangan Domisili

Setelah mengubek-ubek Web lewat si Google dan diskusi di Milis Indosing, masalah SKD atau Certificate of Residence, saya menarik kesimpulan gini ya, dengan asumsi keterangan dari orang pajak yang kemaren di seminar pajak adalah misleading, karena kayaknya mereka mengirim orang yang ga ngerti peraturannya sendiri.

ini beneran, karena si orang pajak itu bilang sendiri "kalo ikut peraturan emang rumit" lah. dia yang petugasnya aja ngomong gitu, gendeng kan?

1. Berdasarkan surat edaran Dirjen Pajak NOMOR SE - 05/PJ.10/2000, langsung ke butir 3,

"Jenis penghasilan yang dicakup selain laba usaha adalah dari modal antara lain berupa dividen, royalti, bunga dan sewa, keuntungan dari pengalihan harta dan penghasilan dari hubungan kerja. "

dan butir 5,

"Untuk Wajib Pajak yang menerima penghasilan tanpa melalui BUT yang berupa dividen, bunga dan royalti yang telah dipotong atau dipungut di negara mitra P3B, maka prosedur yang harus dilakukan sama dengan butir 3 dan formulir permohonan harus disertai bukti potong dan dokumen pendukungnya, misalnya : loan agreement, licensing agreement, serta bukti penyertaan."

2. Surat Edaran Dirjen Pajak NOMOR SE - 01/PJ.10/1994

kesimpulan saya, dan informasi dari Margareth --thanks atas sharing infonya--, bahwa CoR/SKD dipergunakan untuk Company, kalo istilah Margareth adalah Bussiness Taxation.

24/11: update dari diskusi di milis Indosing, CoR (dari IRAS) ini semacam surat deklarasi bahwa kita ga ada/ada penghasilan dari Indonesia, dan SKD (dari Dirjen Pajak) berguna untuk declare kalo kita ga ada/ada penghasilan dari Singapore.

dan menurut info dia juga, karena saya berniat bikin NPWP --yang pasti karena berkaitan dengan Catatan sipil he...he...--, kita ga usah khawatir terkena pajak Indonesia dan kita cukup membuat surat pernyataan untuk Dirjen Pajak yang di endorse sama Embassy yang berisi:

- Sejak kapan pindah untuk menetap
- Sejak kapan mulai bekerja
- Sejak kapan mulai memiliki penghasilan

dan kalo saya, sejak kapan itu jawabannya sama semua :D

jadi secepatnya mau bikin NPWP nih, yang memang faktanya saya harus bikin, ngeri pidana juga soalnya :(

Saturday, November 22, 2008

Pajak dan NPWP

update: December 24, 2008
tulisan di bawah setelah dipelajari lebih jauh --he...he...-- ternyata applied to Subjek Pajak Dalam Negri.
karena concern saya cuma bebas fiskal, maka setelah keluar siaran pers dari Dirjen Pajak tanggal 23/12/2008, it is clear kalo saya untuk sekarang ini belum butuh NPWP.


Note:

please read all my posting about Tax, soalnya semua berhubungan, dan postingan ini adalah postingan pertama dalam proses mencoba mencerna hak saya sebagai Subjek UU PPh yang baru..

kesimpulannya nanti saya post lagi deh
--------------------------------------------------

begini ceritanya...
tadi malem, ada Seminar Pajak di KBRI Singapura, kerjasama dengan IAITB --thanks orang ITB-- nah ada beberapa hal yang penting yang bisa saya ekstrak:

1. NPWP
berguna untuk:
- Nikah, daftar ke Catatan Sipil harus pake NPWP
- Bebas fiskal dari 2009 sampe 2010 (2011 fiskal dihapus)

Contoh Kasus:

Income di Singapore/bulan SGD 4,000.00
Income di Singapore/tahun SGD 48,000.00
Pajak di Singapore/tahun SGD 1,264.00

Income di Singapore di konversi ke rupiah dengan kurs Rp 8000/SGD:
IDR 384,000,000.00

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak):
IDR 15,840,000.00

Penghasilan kena pajak:
IDR 368,160,000.00

Kalkulasi:
- 5% x 50,000,000 = IDR 2,500,000.00
- 15% x 200,000,000 = IDR 30,000,000.00
- 25% x 118,160,000 = IDR 29,540,000.00
Total = IDR 62,040,000.00

Konversi ke Singapore Dollar:
SGD 7,755.00

Total pajak setelah dikreditkan dengan pajak dari Singapore:
SGD 7,755-SGD 1,264 =SGD 6,491.00

Total Uang yang harus dibayar di Indonesia:
Rp 8000x 6491: IDR 51,928,000.00

GLEK.

2. Non NPWP
yang jelas Non NPWP berdasarkan UU Perpajakan yang baru pasal 39,

"Pasal 39 (1): pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar bagi:

Setiap orang yang dengan sengaja:

a. tidak mendaftarkan diri untuk diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak atau tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak;


b. menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak;


c. tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan;


d. menyampaikan Surat Pemberitahuan dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap;


e. menolak untuk dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29;


f. memperlihatkan pembukuan, pencatatan, atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar, atau tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya;


g. tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan
di Indonesia, tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku, catatan, atau dokumen lain;

h. tidak menyimpan buku, catatan, atau dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan dan dokumen lain termasuk hasil pengolahan data dari pembukuan yang dikelola secara elektronik atau diselenggarakan secara program aplikasi on-line di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (11); atau


i. tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara"


jadi...

it is completed, all the writing about Tax. (by December 24, 2008)

Friday, November 21, 2008

Brown Koala

mencoba personality check seperti di blognya Melur, ternyata....
BROWN KOALA
(Yuyus, 27 September)
You are Brown Koala who does not try to make yourself look grand.
You are naturally good natured, and although you tend to be bit aloof from the world, you have warmness that attracts people.
You are a person of integrity.People think you as someone who is always by their side.
You give an impression of someone easy to get on with.
You have grace and intelligence, and there's something about you that makes other people admire you.
You have a very sensitive personality.
You may have cried your eyes out by watching an emotional film.
Your sensitiveness makes you not trust others easily. But even if you can not trust them, you will not get in a conflict.
You think high of your senses and a will power to put into action.
You are extremely good at handling work as well as personal relationships.
You dislike having to bow down to authority.
You have a strong will to stand against something that is unreasonable, and will refuse orders even if it is from your boss.
You have a fighting spirit that you don't show often.
You tend to place your self a step back in a society, so you lack ambition and a desire to succeed.
But because of this, you don't have desire for material things, and will gain trust of the others.
You are kind to those around you, and hard on yourself.

hmmm....
no objection :D

mau coba? check this

Thursday, November 20, 2008

Burj Dubai

tadi ada imel di Milis Migas denga attachment Burj Dubai.

Gila banget nih gedung, Burj Dubai....
siapa yang mau nempatin ya?

terus orang yang jadi crane operator naiknya pake helicopter kayaknya...
fiuh....

Sunday, November 16, 2008

Matrix Runs on Windows

pagi-pagi ga ada kerjaan, jadi buka-buka youtube, eh ada the college humor, yang isinya lucu-lucu bener, kaya yang ini nih:

Thursday, November 13, 2008

Hybrid [Smart] Drive

Oleh-oleh hari terakhir di kompeni lama, yang kebeneran ada yang ngurusin masalah renewable energy, air, dan yang ijo-ijo gitulah... pas mau sholat jum'at eh ini ada mobil cantik nongkrong di parkiran, ya jelas aja ada barang bagus dibiarin he...he....

bagus bangetlah ni mobil, buat di kota mah Ok banget kayaknya.

Sunday, November 9, 2008

Southern Ridges

"cool waves"
Last saturday i had a chance to have a big walk to cross the Southern Ridges, started from Kent Ridge Park, Canopy Walk, HortPark, Anderson Arch, Forest Walk, and ended at Henderson Waves.

The full length of the Ridges actually finish on Harbour Front, or Marang Trail, but because when we reached the waves was a bit late in the afternoon, we decided to go home, and i hope i can finish the trail until the Harbour Front next time.

Some infos if you want to take a walk across the Southern Ridges; herebelow is the steps from our experience:
- Started from Buona Vista MRT and took Taxi to Kent Ridge Park, around 5 dollars.- continued walking towards Canopy Walk
"Aouoooo, where is Jane?"
- reached Hort Park
- crossed Alexandra Arch- walked the Forest Walk
- last destination, Henderson Wavesfrom Henderson Waves, we went down to the road below the bridge, crossed the road to a bus stop, boarded bus no 195 to Queenstown MRT.

nah foto-fotonya mesti ada pelaku peristiwanya ya? ha....ha...
foto-fotonya bisa diliat di Slideshow dari Picasa

Wednesday, November 5, 2008

Obama the President

>>the picture is courtesy of BBC<<

I must admit, that US Presidential Election 2008, reminds me of what i felt when i watched Manchester United in Champions League Final :D but this is far more important, of course...

It was thrilling, and fortunately MU won it, and today Obama is the 44th President of the United States of America.
"i forgot to mention that Lewis Hamilton is the first black to win the F1 World Champion, it was equally thrilling when i watched Hamilton was overtaken by Vettel and felt relieved when actually Glock was slower on his dry tyres :D"

it is best described by BBC reader, Amy Scullene in Boston:
"I find myself strangely emotional about this. I want to go wake up my neighbours and hug them"

now we hope that Obama can bring America to a better country, for the sake of the world.

Update from the guardian:
Congratulation from Indonesia

Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesian president

"Indonesia especially hopes that the US, under new leadership, will stand in the front and take real action to overcome the global financial crisis, especially since the crisis was triggered by the financial conditions in the US."

Monday, November 3, 2008

The Black Swan

short quotes from The Black Swan (p.20-21) book by Nassim Nicholas Thaleb:
--------------------------------------------------------------------
"This is sometimes called "FUCK you money", which inspite of its coarseness, means that it allows you to act like a Victorian gentleman, free from slavery. It is a psychological buffer: the capital is not so large as to make you spoiled rich, but large enough to give you the freedom to choose a new occupation without excessive consideration of the financial rewards."

"Independence is person specific: I have always taken aback at the high number of people in whom as astonishingly high income led to additional sycophancy as they became more dependent on their clients and employers and more addicted to making even more money"

"Note that the designation FUCK you corresponds to the exhilarating ability to pronounce that compact phrase before hanging up the phone"
----------------------------------------------------------

i guess those quotes reflect what is in my mind at the moment, regarding my future career and what i want to be.

Wednesday, October 29, 2008

It is in North Korea!

Jon Stewart:

"We have it. The smoking gun. The evidence. The potential weapon of mass destruction we have been looking for as our pretext of invading Iraq. There’s just one problem - it’s in North Korea."

is it funny? nah...
it is just hilarious ha...ha...

stupid you W

Tuesday, October 28, 2008

my english is very poor...

my english is breaking down...

dulu, waktu kuliah, perasaan debat pake bahasa inggris kayaknya lancar-lancar aja, sekarang...
mau ngomong inggris yang baik dan benar, bener-bener susah, kadang bingung sama grammar.

don pley pley lah....

yur inglish is gud o'reddy...

Wednesday, October 22, 2008

Max Payne: The Kung Fu Edition

i just watched this movie, Max Payne, and it seems to be the adaptation of the max payne:the kungfu edition.

dari slow motion-nya kelihatan sih....

this movie is a slow motion, i mean from the start, it is a slow motion movie. it is not the actions in slow motion,but the storytelling is in slow motion. duh...

i just wanted to go home after around 30 minutes, because the movie is like, sooooo boring....

dead of engineering career in Sg

kabar buruk atau baik, akan didasarkan pada dimana posisi kamu sekarang :)
ini diambil dari:
www.salary.sg
-----------------------------------------------------------------------------------------
From what President Nathan said in his speech, these scholars will all be heading to foreign universities for their studies. (Hey, btw, didn’t Professor Kishore Mahbubani, who’s himself a President’s Scholar and now heads the Lee Kuan Yew School of Public Policy, wondered aloud why parents are sending their children overseas when our NUS is good enough? Well, he’s comparing with Australian uni’s, but you get my point.)

Two of this year’s P-scholars will head to Cambridge, one to read Law and the other to study Medicine. Another, a Stanford-bound future police honcho, will be taking Economics. The remaining two will respectively read Economics, Politics and International Studies at the University of Warwick, and Ethics, Politics and Economics at Yale University.

You may argue that Medicine and Econs are science-related courses, but I contend that these graduates are not going to build things or write software in their careers. No matter how technical their minds are, they will never be true engineers.

I declare engineering officially dead in Singapore. :)
-------------------------------------------------------

aiyoh....

Monday, October 20, 2008

Wooden Bowl

dapet cerita dari temen....
------------------------------------

Ada seorang Bapak tua yang sudah sakit-sakitan tinggal bersama anak laki-lakinya, menantunya, dan seorang cucunya yang baru berumur 4 tahun.

Bapak tua ini tangannya selalu gemetaran, pandangan matanya sudah kabur, dan kakinya susah dipakai buat berjalan.

setiap hari biasanya keluarga ini makan di meja makan bersama-sama. tapi tangan si Bapak tua yang selalu gemetar dan pandangan kabur membuatnya susah buat makan. kadang makanannya jatuh ke lantai atau minumannya tumpah ke meja.

anak laki-laki dan menantunya semakin lama semakin jengkel dengan kondisi meja makan yang berantakan dan kotor.

"kita harus berbuat sesuatu terhadap Ayah" kata anak laki-lakinya
"aku sudah muak dengan lantai kotor, tumpahan susu, dan suara berisik Ayah kalau dia makan"

jadi si Anak dan menantunya itu membuatkan Ayahnya sebuah kursi dan meja kecil di sudut ruangan buat ayahnya makan. di pojok itu si Bapak tua makan sendiri ketika keluarga tersebut makan di meja makan bersama. dan tidak lupa si Anak lelakinya membelikan si bapak tua sebuah mangkuk kayu, karena Ayahnya sering memecahkan piring kalau dia sedang makan.

kadang jika keluarga itu sedan makan bersama dan memandang si Bapak tua di pojok ruangan, ada setetes air mata di pojok mata ayahnya....
tetap saja hanya teguran yang selalu dilayangkan Anak dan menantunya kalau si bapak tua itu menjatuhkan sendok atau sedikit makananya ke lantai.

dengan diam, cucunya yang berumur 4 tahun mengamatinya.

suatu sore sebelum makan malam, si Ayah anak kecil tersebut mengamati anaknya yang berumur 4 tahun tersebut sedang bermain-main dengan potongan kayu.

dia bertanya dengan sayang pada anaknya "nak, kamu sedang membuat apa?"
dengan lembut juga si anak menjawab "Oh, saya sedang membuat mangkuk kayu kecil buat mamah dan papah kalau saya sudah besar nanti" katanya sambil kembali bermain dengan kayu-kayu tersebut.

kata-kata anaknya tersebut sungguh mengagetkan ayah ibunya, sampai keduanya tak bisa berkata apa-apa... dan air mata mulai mengalir dari keduanya.....

walaupun tak ada sepatah katapun yang mereka ucapkan, mereka tahu apa yang harus dilakukan.

sore itu, si Anak laki-laki dengan lembut memegang tangan si Bapak tua itu dan membawanya kembali ke meja makan...
---------------------------------------------

buat yang masih punya orang tua, mungkin ini saat yang tepat buat kita berbagi kebahagiaan, berbakti kepada orang tua.

P.S:
susah juga translate ke Indonesia ya....

Friday, October 17, 2008

Hamilton will be the F1 Champion this year


last two races, i think this year's title will go to Lewis, and he deserves this, and also last year.

watch it on Sunday guys!

Tuesday, October 14, 2008

Kejeblos

ceritanya hari minggu kemaren saya belanja, beli paha ayam beku buat digoreng.
sambil jalan ga tau pikiran melayang kemana gitu, tau-tau kaki kejeblos parit kecil di trotoar...
berdarah-darahlah betis bagian depan, untung aja ga patah tuh kaki.
dan belanjaan berserakan kemana-mana...

untunglah didaerah itu sepi, soalnya sebelah bus stop itu hutan --bukan hutan kaya bayangan ente di Indonesia, ini semacam bukit kecil yang banyak pohonnya-- jadi ga ada orang yang liat.

pulang dari situ --dengan kaki yang sakit banget-- saya pake deh tuh ayam beku yang diplastikin buat ngompres tulang kering, lumayan agak reda sakitnya.

trus temen saya tanya, "di Singapur masih kejeblos parit.... ck...ck..."
saya bilang, "ga tau tuh... banyak pikiran kali he...he..."

hmmm...
I then thought about this...

was my head looking up? and forgot that i was walking, and walking is on earth.

then herecomes... --curhatnya--

sometimes, i think i always look up, look to the sky, look how bright the stars, especially the yellow one --i'm not referring to you :D--

and forget that, i walk on earth, muddy, dirty earth...

ah... time... time is life. --mulai ngaco-- :D

--setelah bertanya sama ahli bahasa inggris, Dee dan Az3a, akhirnya tau kalo kejeblos bahasa inggrisnya yang paling mendekati yaitu "slip in to" he...he...--

Thursday, September 25, 2008

Minal A'idin Wal Faidzin

berhubung hari raya sudah dekat dan saya besok udah pulang kampung nih, jadi mumpung masih ada koneksi internet, saya mau mengucapkan:

Taqobalallohu mina Wa minkum, Shiyamana wa shiyamakum, Minal A'idin wal Faidzin...

mohon maaf buat semuanya buat kesalaha-kesalahan saya, salah omong,salah tulis, salah kutip :) mohon dimaafkan ya?

mudah-mudahan kita ketemu lagi sama romadhon tahun depan, amiin.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, الله أكبر الله أكبر الله أكبر
la ilaha illa Allah لا إله إلا الله
Allahu akbar, Allahu akbar الله أكبر الله أكبر
wa li-illahi al-hamd ولله الحمد

Friday, September 19, 2008

Kirim uang ke Indonesia

buat temen-temen di Singapura yang mau kirim hasil keringat di negeri makhluk ajaib, merlion,ini ada rekomendasi orang yang sudah beberapa bulan ini saya pakai jasanya buat kirim uang. namanya Ibu Lina Goh

dia orang Indonesia yang nikah sama Singaporean, dan enaknya kadang kita bisa nego buat nilai tukarnya. nah tadi sore aja nih, saya dapet tambahan 50 perak, he...he... lumayanlah. soalnya kurs hari ini sekitar Rp 6450, nah saya minta nego jadi Rp 6500/$S1.

waktu saya udah transaksi, saya pergi aja, eh lupa barang belanjaan ketinggalan dirumahnya --beli cingcau buat buka he...he..-- nah, pas saya balik kerumahnya --kurang lebih 10 menit abis transaksi itu-- eh dia bilang uangnya udah masuk, wah... cepet banget, dan ketika saya cek dirumah --sms banking mandiri-- emang bener duitnya udah masuk.

Ibu Lina Goh ini bisa dikontak di no Hp 92257918 alamatnya di Blok 307 lantai 11 --saya lupa unit berapa,cuma deket lift-- bukit Gombak. kalo mau ke sana tinggal sms aja dulu, takut dia ga ada dirumah sama tanya dulu kurs-nya, buat bandingin. dia buka sampe malem ko, pernah kirim duit jam10 malem :D

oh iya, dia bilang selama lebaran nih, dia tetep melayani pengiriman uang, soalnya remittance yang biasa, ga bisa kirim uang ke Indonesia selama lebaran, soalnya Bank pada tutup selama lebaran --sekitar 10 harian total,selama sebelom dan setelah lebaran--

oh iya, ongkosnya S$8.

iklan ya? ha... iya juga, soalnya sebagai bentuk terimakasih saya buat jasanya ngirim duit yang selalu lancar....

The Guardian: Indonesia's democratic miracle

www.guardian.co.uk
Friday September 19, 2008

Article by Kishore Mahbubani, he is dean of the Lee Kuan Yew School of Public Policy at the National University of Singapore
-----------------------------------------------------------------------------------------------
The country is freer and more open than ever. The greatest threat now comes from an unexpected quarter – the west

Modern miracles do happen. Ten years ago, as the Asian financial crisis savaged Indonesia's economy, many experts predicted that the country would become unstable, if not splinter. Instead, Indonesia, the world's most populous Islamic country, has emerged as a beacon of freedom and democracy for the Muslim world. What happened? And why hasn't the world taken note?

The story is as complex as Indonesia itself. One leading expert on Indonesia, Benedict Anderson, roots Indonesia's nature in its core Javanese culture, particularly the wayang religious tradition. According to Anderson, "In contrast to the great religions of the near east … the religion of wayang has no prophet, no message, no Bible, no redeemer ... The endless variety and sharp individuality of its dramatis personae indicate that wayang reflects the variegation of human life as it is felt by the Javanese ... " In short, Javanese culture helps Indonesia handle the many diverse voices that a new democracy throws up.

There is also a strong Indonesian tradition of resolving disagreements through "musyawarah dan mufakat" (consultation and consensus). Of course, this tradition has not always prevented violence, most notoriously in the killings that followed the 1966 coup against President Sukarno. And 10 years ago, during the financial crisis, violent anti-Chinese riots erupted again, causing many Chinese people to flee the country.

Today, however, many of those have returned. In a remarkable development, Chinese language and culture, which had been suppressed for decades, is allowed free expression. By contrast, imagine Turkey, a more advanced member state of the Organisation of the Islamic Conference, allowing the free expression of Kurdish language and culture.

Indonesia's record looks even more remarkable when compared to the US. Americans explain their country's democratic backsliding by pointing to the 9/11 terrorist attacks. But Indonesia was attacked, too, with the bombing in Bali coming little more than a year later, on October 12, 2002. Despite this, Indonesia has consolidated its democracy. Indeed, between 2005-2006 Freedom House declared that Indonesia had moved from "partly free" to "free."

President Susilo Bambang Yudhoyono deserves great credit for this remarkable success. Under his leadership, the long-standing and painful Aceh conflict was peacefully resolved. Some credit the 2004 tsunami, which killed hundreds of thousands of Acehnese, for this breakthrough. But Sri Lanka was hit equally hard by the tsunami, and since then the Sinhalese-Tamil conflict has worsened.

Today, the biggest threat to Indonesia's democracy comes from America, even though most Americans want Indonesia's democracy to succeed. With modern technology, Indonesian Muslims can see clearly the plight of the Palestinians in Gaza, the disastrous results of the American invasion of Iraq and Afghanistan, and America's silence when Lebanon was bombed in July 2006. Many senior Americans were puzzled that Turkey, a long-standing Nato ally and a secular state, refused to allow American forces to use Turkey as a base to invade Iraq. If relatively secular Turkish society could be swept by a surge of anti-American sentiment, so, too, can Indonesian society.

Indeed, a major struggle is underway between those who want Indonesia to become more fundamentalist and those who want to preserve the traditionally open and tolerant nature of Javanese culture. Curiously, while many Americans and Europeans want moderate Muslim voices to succeed in Indonesia (and south-east Asia), they often undermine moderates with policies that are perceived as anti-Islamic.

America's stance on military aid to Indonesia is but one example. For several years, some members of the US Senate have maintained a punitive policy towards Indonesia by cutting off military assistance and curtailing Indonesian military training in the US. These punitive policies are self-defeating. In recent years, the Indonesian military has provided a model for other developing world military forces on how to accept a transition to a full democracy. There are no threats of a coup d'etat, and senior generals, such as Yudhoyono, who studied in American military colleges, returned to Indonesia as convinced democrats.

It is a tragedy that ignorance of how much Indonesia has changed is being allowed to endanger its democratic development – and its role as a beacon of freedom and hope in the Islamic world. It is to be hoped that Barack Obama, should he win America's presidency, will recall the tolerant Indonesia where he grew up and shape policies toward it accordingly.

In cooperation with Project Syndicate, 2008.

Thursday, September 11, 2008

Buka Puasa Bersama PP IKA-ITS

sayang, baru bisa balik tanggal 26 nih...
----------------------------------------------------------------------------------
Assalamu'alaikum wr wb

Pengurus Pusat IKA-ITS mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Sdr Alumni ITS dalam acara buka puasa bersama yang Insya Alloh akan diselenggarakan pada :
Hari/Tanggal/ Jam : Selasa/16 September 2008/Pk. 17.30 Wib.
Shohibul bait : Prof. Dr. Ir.Muhammad Nuh DEA.
Tempat : Jl.Widya Chandra III No.11 Jakarta
Kehadiran Bapak/Ibu/Sdr diharapkan mengajak rekan-rekan Alumni yang lain.

Wassalamu'alaikum WrWb

PP IKA-ITS.

Saat-saat terakhir Rasulullah SAW

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya ada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata t id ak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah t id ak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku" "peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."


Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii,ummatii,ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah h id up manusia mu lia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Tuesday, September 9, 2008

ngeri euy...

ada orang yang search nama lengkap saya di google...
ngeri juga jadinya nih kalo misalnya nih ya data pribadi kita ga sengaja spilled di Internet...
duh...

bahaya nih.

Sunday, September 7, 2008

saking susahnya cari kerja...

Saking susahnya nyari kerjaan, akhirnya seorang lulusan ITB
terpaksa menerima tawaran bekerja di Kebun Binatang Ragunan.
"Apa boleh buat, daripada nganggur kerja beginian pun jadilah,
yang penting halal" begitu tekadnya!Maka, sejak hari itu sang insinyur
muda mulai bekerja sebagai"monyet-monyetan"

Sepanjang hari harus betah mengenakan baju monyet, pakai
topeng monyet, sambil mengunyah pisang atau kacang rebus terus-terusan
dan harus jempalitan selincah mungkin untuk menarik perhatian pengunjung.
Pokoknya tak beda dengan monyet asli yang sudah mulai punah.

Tak ayal lagi, pengunjung Kebun Binatang Ragunan langsung membludak
karena ingin menyaksikan si monyet super yang konon tidak hanya lincah dan
gesit....tapi juga cerdas! Wong ITB kok!

Sayang sekali, yang namanya sial sulit dielakkan.... dan akhirnya bisa
datang juga. Sedang enak-enaknya jempalitan, tiba-tiba: "gedebuk....byuuuurrrr!"
sang monyet terjatuh kedalam kandang buaya.

"Waduh, mati aku!" begitu pikirnya sebelum dimangsa buaya-buaya ganas itu.
Tapi, ketika mulut buaya terbuka lebar siap menggigit, dari dalamnya
terdengar suara berbisik "ga usah Takut bro ... gw juga dari UI".

--dari Superjayus, arsipnya airsoft, postingan dari ssnazi--
---------------------

no offence buat anak UI sama ITB, soalnya dari yang ngarang udah gitu, pisss...
he....he....

Mustafa Center: Price Benchmark@Sg

if you happened to shop in Singapore, don't forget to come over to 24hours shopping center, Mustafa Center.

this shopping center provide everything you need, from soap, bedbug killer, sari, chocolate, sport apparel, or whatever you might need or want.

well, i realized this week that this place could be a price benchmark if you want to go shopping in Singapore. i bought a suitcase, because i planned to go home this Hari Raya, and some chocolate for my niece and nephew in Indonesia. and about the suitcase, the HushPuppies, my friend told me that this week in VivoCity, there is a sale for suitcase, travelling bag, and all other travelling stuff.

so i checked the price for the suitcase in Mustafa Center after i bought around 5 kilos of chocolate, yes 5 kilos of choclolate :D then as my friend also wanted to buy a bag, we went to VivoCity with those heavy chocolate. actually i wanted to buy the suitcase at Mustafa Center, but my friend insisted that i would be dissapointed if i can get good price at VivoCity.
so we went there, to the VivoCity.

then we arrived at the sale area, in the plaza area of the VivoCity, we saw a lot of bag and suitcase, as you expected right?

then i went directly to the HushPuppies corner, and check the price tag for that suitcase. well, i found that the price even higher after 20% discount compared to that one, the same HushPuppies suitcase at the Mustafa Center. walaoweeee....

then i asked the stand keeper, why the price at mustafa is cheaper compared to the price here even after 20% discount. the lady replied, "ofcourse Mustafa is cheaper, rent is low and the market segment is Indian people". what the....? ha....ha.... i laughed at them..... the TANGS shopping center that is...

but i bought the suitcase anyway, since i didn't want to go back to Mustafa Center with 5 kilos chocolate in 2 plastic bags :D and the lady wave me goodbye with her widest smile he... he... and my friend asked me why the lady smiled at me and wave her hands? well i said, i asked her phone number and she was very happy ha.....ha......

now i know, whenever i want to buy something a bit expensive, i will try to go to the Mustafa Center even it is quite far from my bukit Gombak. and you know what, it is 24hours dude.... so we can buy anytime we want, 24/7 he...he....

so, for all of you, if you are not sure what is the price of the stuff you want to buy, you can check it at Mustafa Center or even buy it from them...

promoting Mustafa? well may be, since i like their shop, and even not Indian can buy from their shop with GOOD price