Monday, March 23, 2009

Psycho part II

Ok, i want to update you all on this psycho.

it is getting scarry. it makes me worry.

well, i'm not worried about myself, but that person, the psycho.

this person sent me another tens of smses again, and this person said something that i can never imagine that i will say to somebody i don't even know.

- "aku udah bilang sama ibuku, kalo kamu orang xxx (kampungku), aku ga keberatan nikah di kampungmu, soalnya aku seneng liat laut"
what the f&%#.

- "aku kangen deh sama kamu, kalo kamu balik, biar aku jemput di bandara ya?"
what the f#$@.

dan bermacam-macam sms senada, which actually i pity this person. i've never replied, since i worry that this person will take it wrongly.

maksudku, gimana sih tuh orang bisa sms sampe segitunya, padahal ketemu aja belom?

(sebenernya ga mau baca, langsung delete, cuma khawatir takut dia sms sesuatu yang membahayakan ummat, keluargaku, dirinya juga...)

i worry about the state of this person mind.

arrgh....
wtf... wtf... wtf....

4 comments:

Fakhrur said...

this become such a harrasment.. are you sure it's not one of your buddies playing you up?

Donald said...

i don't think so Om Fakhrur. kebetulan waktu awal kenal nih anak dimana dikenalin sama temenku, dan sempet telpon 2-3 kali untuk janji ketemuan dan ternyata ga sempat ketemu.

dan dari telpon itu tau kalo nih anak satu kecamatan. dan kelihatannya ngerti temen-temenku (dulu katanya satu SMP tapi aku ga pernah tau anak yang mana).

aku ga nyangka kalo nih anak ternyata psycho...

untunglah no handphone Singapura ga aku kasi, cuma no IM3, yang mana tuh nomer yang ga pernah aku ganti semenjak aku punya HP pertama dan tetep aktif di Sg.

sigh...

Fakhrur said...

oh ya udah, ignore trus aja, nothing else works.. good luck om!

.ra. said...

ada 2 hipotesis:

1. dia benar2 terobsesi (no doubt! hehehe), dan selagi dia belum punya "mainan" baru, she will always belongs to you. hihihi. So nikmati aja. Klise emang, tapi mesti gimana lagi.

2. dia justru menikmati ketakutan Yus. Sarannya tetap seperti hipotesis 1 di atas..nikmati aja. Entah ya, somehow rani pikir dia gak berbahaya, mampunya cuma gitu aja.

Kalau dipikir2 kasian juga ya tuh orang. Tapi bukannya laki2 suka dikagumi?