i just watched this movie, and the movie was about diamond which produced through the war, civil war, and it was in Sierra Leone.
one dialog caught my attention was when one old man, which his village burnt down by the rebel, asked his fellow countryman, who guided Leonardo di Caprio to find the pink diamond, "what is that white man doing here? i hope he doesn't find any oil here" because he knows that because of the diamonds their country through the civil war and will be worsening if "they" found another "diamond" to fuel the war.
well...well... we have hot discussion in our mailing list, about Oil and Gas contracts in our country, Indonesia. one is about Tangguh LNG, and other one is about Exxon Mobil contract obligation.
then i watched this movie, then i thought about it, our own "diamond", oil, gas, gold, bauksit, and all those natural resources we have.
have all these natural resource exploration given benefit to our nation?
yes, they have. in fact,they were the biggest source of our nation's revenue for years
now, the question is, can we get the full benefit out of it? can we maximize our revenue from them? for the sake of our nation.
well, the first step should be how we can make the best deal to exploit them, if we don't have our own money. investments. ofcourse. contracts... all those tricky words :)
well, i will write down later and i will post one of our discussion in mailing list about the facts behind the contract of tangguh LNG to Fujian, China.
tidur dulu euy, udah ampir jam satu malem he....he...
Thursday, August 28, 2008
Wednesday, August 27, 2008
my heart shiver....
di sadur dari blognya Aditya Mulya yang nara sumbernya dari sini
mudah-mudahan bisa kasih inspirasi ya?
my heart shiver each time i read this story :)
------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah menyetir terlalu lama sepulang dari kampung saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan saya.
"Abang mau beli kue?" Katanya sambil tersenyum. Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajanannya.
"Tidak Dik, Abang sudah pesan makanan," jawab saya ringkas dan akhirnya dia berlalu.
Pesanan tiba, saya langsung menikmatinya. Gak sampe 20 menit kemudian saya melihat anak tadi menghampiri calon pembeli lain. Saya lihat dia menghampiri sepasang suami istri. Mereka juga menolak tawaran anak itu, dan dia berlalu begitu
saja.
"Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?" tanyanya tenang ketika menghampiri meja saya lagi.
"Abang baru selesai makan Dik, masih kenyang nih," kata saya sambil menepuk-nepuk perut. Dia pun pergi, tapi cuma di sekitar restoran. Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu dia tanya, "mau beli kue saya Bang, Pak... Kakak,... Ibu." Halus budi bahasanya pikir saya.
Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.
Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil. Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Namun belum sempat saya menghidupkan mesin, anak tadi sudah berdiri di samping mobil. Dia tersenyum kepada saya. Saya turunkan kaca jendela, dan membalas senyumannya.
"Abang sudah kenyang, tapi mungkin Abang perlu bawa kue saya buat oleh-oleh untuk adik- adik, Ibu atau Ayah abang," katanya sopan sekali, sambil tersenyum. Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak daun pisang penutupnya.
Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan di hati. Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp 20.000,- padanya. "Ambil ini Dik! Abang sedekah... Tak usah Abang beli kue itu." Saya berkata ikhlas karena perasaan kasihan yang meningkat mendadak. Anak itu menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan kembali ke kaki lima restoran. Saya gembira dapat membantunya.
Setelah mesin mobil saya hidupkan. Saya memundurkan. Alangkah kagetnya saya melihat anak itu mengulurkan Rp20.000,- pemberian saya itu kepada seorang pengemis buta. Saya terkejut, saya hentikan mobil, dan memanggil anak itu.
"Kenapa Bang, mau beli kue ya?" tanyanya.
"Kenapa Adik berikan duit Abang tadi pada pengemis itu? Duit itu Abang berikan ke Adik!" kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.
"Bang, saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu saya mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah. Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan masih banyak, Mak pasti marah. Kata Mak mengemis kerja orang yang tak berupaya, saya masih kuat Bang!" katanya begitu lancar. Saya heran sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal saya terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.
"Abang mau beli semua ?" dia bertanya dan saya cuma mengangguk. Lidah saya kelu mau berkata.
"Rp 25.000,- saja Bang...." Dengan gembira dia memasukkan satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp 25.000,-. Dia mengucapkan terima kasih dan berlalu dari pandangan saya.
Ya Tuhan!. Saya hanya bisa bertanya-tanya di dalam hati, siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan mendidik anak itu ?. Sesungguhnya saya kagum dengan sikapnya. Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya.......
------------------------------------------------------------------------------------------------
mudah-mudahan bisa kasih inspirasi ya?
my heart shiver each time i read this story :)
------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah menyetir terlalu lama sepulang dari kampung saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan saya.
"Abang mau beli kue?" Katanya sambil tersenyum. Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajanannya.
"Tidak Dik, Abang sudah pesan makanan," jawab saya ringkas dan akhirnya dia berlalu.
Pesanan tiba, saya langsung menikmatinya. Gak sampe 20 menit kemudian saya melihat anak tadi menghampiri calon pembeli lain. Saya lihat dia menghampiri sepasang suami istri. Mereka juga menolak tawaran anak itu, dan dia berlalu begitu
saja.
"Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?" tanyanya tenang ketika menghampiri meja saya lagi.
"Abang baru selesai makan Dik, masih kenyang nih," kata saya sambil menepuk-nepuk perut. Dia pun pergi, tapi cuma di sekitar restoran. Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu dia tanya, "mau beli kue saya Bang, Pak... Kakak,... Ibu." Halus budi bahasanya pikir saya.
Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.
Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil. Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Namun belum sempat saya menghidupkan mesin, anak tadi sudah berdiri di samping mobil. Dia tersenyum kepada saya. Saya turunkan kaca jendela, dan membalas senyumannya.
"Abang sudah kenyang, tapi mungkin Abang perlu bawa kue saya buat oleh-oleh untuk adik- adik, Ibu atau Ayah abang," katanya sopan sekali, sambil tersenyum. Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak daun pisang penutupnya.
Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan di hati. Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp 20.000,- padanya. "Ambil ini Dik! Abang sedekah... Tak usah Abang beli kue itu." Saya berkata ikhlas karena perasaan kasihan yang meningkat mendadak. Anak itu menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan kembali ke kaki lima restoran. Saya gembira dapat membantunya.
Setelah mesin mobil saya hidupkan. Saya memundurkan. Alangkah kagetnya saya melihat anak itu mengulurkan Rp20.000,- pemberian saya itu kepada seorang pengemis buta. Saya terkejut, saya hentikan mobil, dan memanggil anak itu.
"Kenapa Bang, mau beli kue ya?" tanyanya.
"Kenapa Adik berikan duit Abang tadi pada pengemis itu? Duit itu Abang berikan ke Adik!" kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.
"Bang, saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu saya mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah. Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan masih banyak, Mak pasti marah. Kata Mak mengemis kerja orang yang tak berupaya, saya masih kuat Bang!" katanya begitu lancar. Saya heran sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal saya terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.
"Abang mau beli semua ?" dia bertanya dan saya cuma mengangguk. Lidah saya kelu mau berkata.
"Rp 25.000,- saja Bang...." Dengan gembira dia memasukkan satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp 25.000,-. Dia mengucapkan terima kasih dan berlalu dari pandangan saya.
Ya Tuhan!. Saya hanya bisa bertanya-tanya di dalam hati, siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan mendidik anak itu ?. Sesungguhnya saya kagum dengan sikapnya. Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya.......
------------------------------------------------------------------------------------------------
El Orfanato
The Orphanage, Un cuento de amor. Una historia de terror. A tale of love, a story of horror.
Great movie, brother and sister...
ceritanya mengenai anak-anak yatim piatu di sebuah panti asuhan.
ceritanya emang horror, karena ada hantunya, dan juga tentang cinta. the purest love that is.
well, great movie, makes you happy :D
Great movie, brother and sister...
ceritanya mengenai anak-anak yatim piatu di sebuah panti asuhan.
ceritanya emang horror, karena ada hantunya, dan juga tentang cinta. the purest love that is.
well, great movie, makes you happy :D
Monday, August 25, 2008
Bandung, Wikitravel of the month!!
August ini, Bandung si kota yang bukan kota kembang lagi, jadi wikitravel of the month euy!!! ini sedikit cuplikan dari wikitravel tentang bandung:
weh he...he... ternyata mojang priangan yang di refer nya... boong banget, soalnya bandung kan sekarang udah kaya kota angkot, the angkot city, mirip-mirip kaya bogor juga ha...ha..
lumayanlah, jadi hoyong ka Bandung euy, ka Lembang, minum susu....
Bandung [1] is a city in West Java, Indonesia. Located in the central highlands at an altitude of 768m, the city is known for its many universities, textile industry and many roadside cafes. Called Parijs van Java (Paris of Java) by the Dutch, its high altitude location makes the weather pleasantly cool. The food in Bandung is also well known for its wide variety. Thanks to all of this, Bandung is a very popular weekend escape for Jakartans, who crowd into the city on weekends and national holidays.
Bandung's nickname is Kota Kembang, literally meaning the Flower City. However, this has nothing to do with horticulture: Bandung's "flowers" are its famously beautiful girls (mojang Bandung).
------------------weh he...he... ternyata mojang priangan yang di refer nya... boong banget, soalnya bandung kan sekarang udah kaya kota angkot, the angkot city, mirip-mirip kaya bogor juga ha...ha..
lumayanlah, jadi hoyong ka Bandung euy, ka Lembang, minum susu....
Sunday, August 24, 2008
Undangan Buka Puasa Bersama
Alhamdulillah, masih bisa menikmati Ramadhan tahun ini.
ini ada undangan buat buka puasa bersama di Masjid Annahdah.
--------------------------------------------------------------------------------------------
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
Q.S. 002-183 ]
Assalamu'alaikum
Warahmatullahi
Wabarakatuh
Muslimin-muslimat yang senantiasa dirahmati oleh Allah SWT,
Dalam rangka memenuhi panggilan Allah SWT menunaikan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan, dan untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat muslim di Singapura, kami mengundang Saudara-saudari beserta keluarga dan rekan-rekan profesional dan pelajar sekalian, untuk menghadiri:
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
| | || "Buka Puasa Bersama di An-Nahdhah" | | | |
Sabtu, 6 September 2008
Masjid An-Nahdhah, Bishan
---------- Singapura ----------
| | || Buka Puasa Bersama | || |
Registrasi & Ramah-tamah
Solat Ashar Berjama'ah
Tadarus & Tilawah
Renungan Menjelang Berbuka
"Ramadhan dan Peningkatan Potensi Diri"
bersama Ustadz Drs. Zalfi Hasril
Ifthar (Buka Puasa) Bersama
Solat Maghrib, Isya' & Tarawih Berjama'ah
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Peserta dipersilahkan menghadiri langsung.
Namun demi keperluan estimasi anggaran,
kami menghimbau kepada Saudara/i sekalian
untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
Kirimkan
nama lengkap Saudara/i (beserta keluarga/rekan)
melalui SMS maupun e-mail.
ke:
Rahman, HP 9814 2656
rahman_wirajaya@ yahoo.co. id
__________
Kami juga membuka pintu yang sebesar-besarnya
kepada Saudara/i sekalian untuk turut serta beramal
demi terwujudnya acara yang, InsyaAllah, penuh barokah ini.
Kontribusi dana/uang
Saudara/i bisa melakukan transfer ke rekening sbb.
No. Rekening 019-0-066572
DBS Bank
Novan Effendie, HP 8180 0645
novan.effendi@ gmail.com
*Segala kelebihan dana yang diperoleh, akan dialokasikan untuk program buka bersama IMAS berikutnya
___________
Kontribusi konsumsi (makanan & minuman)
Saudara/i dipersilahkan menghubungi:
Ellen, HP 9669 2896
ewidyasari@yahoo. com
*Segala kelebihan konsumsi akan dibagikan kembali kepada peserta untuk dibawa pulang
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Program Anak (<12 rel="nofollow" ymailto="mailto:pbreeze%40gmail.com" target="_blank" href="http://us.f448.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=pbreeze%40gmail.com">pbreeze@gmail. com
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Jadwal hari dan fasilitas tempat adalah hasil undangan langsung dari pihak pengurus Masjid An-Nahdhah untuk ikut menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan.
Untuk itu kami sampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Masjid An-Nahdhah yang telah memberikan peluang yang begitu mulia.
Semoga kita bisa ikut serta mengambil hikmah dari nikmat Allah ini.
Semoga kita senantiasa menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur. Amin.
Hormat kami,
Tim Koordinator "Buka Puasa Bersama di An-Nahdhah"
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
This blog is Under Construction....
tunggu tanggal kehancurannya ha....ha...
---akhirnya di relaunch nih, setelah meng-update template lama, tapi selalu error--
jadi mohon mangap bagi yang udah comment nih, soalnya terpaksa repost di template yang baru ini...
sorry!!!!
---akhirnya di relaunch nih, setelah meng-update template lama, tapi selalu error--
jadi mohon mangap bagi yang udah comment nih, soalnya terpaksa repost di template yang baru ini...
sorry!!!!
The Impossible Art of Li Wei
Chinese artist, Li Wei, has made some gravity defying photographs
check it out!!! lengkapnya di sini















WOOOOOi................ i'm going to fly................
check it out!!! lengkapnya di sini
ultah kepcorp ke 40
waktu itu ada imel dari corporation, kalo ada yang mau dapet tiket undangan ke acara ultah-nya keppel di Esplanade bisa reserve dulu secepatnya, yo wis, begitu dapet imel itu, langsunglah diriku request 1 tiket, luamayan soalnya belom pernah nonton orkestra sama bisa tau lebih deket SM Goh Chok Tong.
eh, masalah muncul ketika dress code-nya harus pake suit, semacam jas gitulah, rumit dah, padahal seumur-umur ga pernah punya jas he...he....
akhirnya aku nyari di salvation army, dapetlah jas bekas dengan harga 30 dollar aja, lumayanlah cuma buat dipake waktu itu aja kan? he...he...
beres...
pas dateng ke acaranya, ternyata yang dapet undangan itu sekelas manager sama executive boooo... bingung aku, akukan kelas kacung tuh, mana ga ada yang kenal, ya udah jadi luntang lantung ga jelas sambil minum minuman yang beraneka warna he...he... mereka bilang sih itu cuma sirup, nah ada juga red wine sama white wine, aku coba mencicipi dua-duanya, perasaan rasanya sama deh, kayak balsem caplang di campur aer ha...ha....
jam 7.30 pm acara inti dimulai, yaitu pertunjukan Singapore Symphoni Orchestra, dimana ane belom pernah nonton yang ginian nih, gratis lagi :D
wah... orkestra itu bisa dibilang the purest kind of music ya? sebenernya indah juga, tapi kalo kelamaan bikin ngantuk juga he...he...
Acara Yayasan 10 Nopember Kepri
ada info dari Yayasan Sepuluh Nopember, Kepri.yayasannya makin maju nih, khususnya karena ada
mba wiwi --mantap Wi!!--
------------------------------------------------------------
Selamat sore, Rekan-Rekan sekalian.......
Kami mengundang Rekan-Rekan sekalian untuk berpartisipasi pada Agenda
Yayasan Sepuluh Nopember Kepri,pada:
Hari, Tanggal : Sabtu-Minggu, 23-24 Agustus 2008
Waktu : Pukul 08.00 - 17.00 WIB
Tempat : Yayasan Sepuluh Nopember Kepulauan Riau,
Ruko Taman Niaga Sukajadi Blok M No.05,Batam
Agenda : "Self Development Training" untuk SMU se-Kepri
Tema : "Be Your Self & Be Success"
Trainer : Alumni IKA ITS Kepri (Forkom PPTD-PPTM 2000-2003)
Peserta kegiatan ini adalah SMU se-Kepri (Batam, Karimun, Tanjung Pinang,
& sekitarnya),yang berhasil lolos seleksi administrasi.
Bagi Rekan-Rekan yang ingin berpartisipasi dalam Pendanaan, Training Kit,
Snack, Door Prize, Sponsorship, dll
dapat menghubungi Panitia dengan Contact Person sbb:
1. Wiwik W, 081-364197560 / 0778-5154109
2. Munaimah, 0856-45015653
Jika Rekan-Rekan memiliki saudara atau keluarga yang masih duduk
di bangku SMU dan berminat mengikuti
kegiatan ini, dipersilahkan mendaftarkan diri dengan mengisi formulir terlampir.
Pendaftaran kami tutup pada hari Selasa, Tanggal 19 Agustus 2008.
Terima kasih sebelumnya atas partisipasi yang diberikan.
Atas Nama Panitia & Pengurus
Yayasan Sepuluh Nopember Kepri,
WIWIK W
Subscribe to:
Posts (Atom)