Monday, February 23, 2009

Saung Angklung Mang Udjo

I'm going to the saung this saturday...
I've been there before with my friends from Beswan Djarum, back then in 2002 or 2003.

yeah, after attending one important occasion at Tamansari he... he...


Monday, February 16, 2009

Paris Je T'aime

Ada cerita sepasang suami istri yang udah menikah bertahun-tahun lamanya.

Si suami bilang ke istrinya kalo dia sudah lama gak merasakan apa-apa dari hubungannya dengan istrinya itu,

"I don’t feel anything anymore for so long…” dia bilang gitu sama istrinya.

Jadi suatu hari, dengan harapan membangkitkan kembali gairah cinta diantara mereka, pasangan suami istri ini pergi ke sebuah tempat prostitusi dengan sebuah plot.

Plotnya adalah setelah pasangan suami istri ini sampe di tempat prostitusi, mereka harus berlagak ga kenal, tapi harus saling menggoda, semacam orang baru kenal di tempat-tempat prostitusi.

Kemudian plot-nya berlanjut ke tempat private, dimana ada show dari penari telanjang.

Nah pas si penari telanjang menari itu, si istrinya datang dan harus bilang gini ke suaminya, "How much you pay for the prostitute? I will pay you that amount of money, because I’m interested in you”…

tapi turned out kalo istrinya fed up dengan semua plot yang harus dia jalanin demi membangkitkan gairah hidup berumah tangganya.

Jadi si pelacur yang mereka sewa itu cuma bengong ngeliat si pasangan suami istrinya itu berantem, dan akhirnya si istri pergi dengan kesal, dan si suami bilang ke pelacur itu “How much should I pay you for watching a discussion?” si pelacur cuma bengong.

Di perjalanan pulang, dua orang itu terus berargumen,

"why did you come if you don’t want to do this thing?”, tanya suaminya kesal.

"you know what, I did it out of love, so what you do out of love?”, jawab istrinya sambil bertanya balik.
"I….” long pause, “I ache for what we were….”, jawab suaminya setelah beberapa saat.

Setelah sampai di depan rumah mereka, ternyata sebuah group band sudah menunggu sambil menyanyikan beberapa lagu cinta, dan itu sudah di persiapkan suaminya sebelumnya.

Sang istri tentu saja terkejut dan tersentuh sama usaha suaminya, dan dia bilang gini,
"You know what, you told me you ache for what we were, but I….. “, sedikit jeda, “I have never been better…”


Wah, beneran deh salah satu cuplikan dari Paris Je T'aime ini bagus banget, mungkin ga persis gitu sih he..he.., tapi itu intinya.

Yang diatas itu cuma salah satu cerita pendek yang termuat di film Paris Je Taime.Cerita di atas kalo di summarize sih kaya gini…

He, “I ache for what we were…”

She replies, “you know what, I’ve never been better”.

Such great lines…

And I would like to say sorry to somebody out there, I asked the most important question only through SMS.

How unromantic creature I am.

Wednesday, February 4, 2009

Ketinggalan Pesawat!

Shoot!!!

Pesawat berangkat jam 10, baru beangkat dari rumah jam 8. miskalkulasi euy....

pikirannya di MRT cuma sejam, eh lebih dari satu jam setengah, walhasil Gate Closed waktu sampe ke Counter SQ, untunglah bisa terbang jam 12-nya (FoC).

terpaksa telpon boss di kantor kalo telat datang ke Changi dan harus naik pesawat berikutnya. ga enak nih.

tapi lumayan sih, bisa makan dulu dan ngopi bentar (eh lama deh, baru terbang jam 12:40).

see you in Jakarta!! (so excited and i love airport he..he...)

Monday, February 2, 2009

Wisata Kuliner di Jakarta

Rebo, 04/02/09 mau ke Jakarta seminggu, dan minggu-minggu lalu sempet tanya wisata kuliner di Jakarta ke milis Indosing, jadi mudah-mudahan bisa mengunjungi salah satu tempat makan nih di jakarta, daripada bengong di hotel.

1. Bakso Bakar - Belakang Hotel Mulia Senayan .
2. Martabak Menara - Kebon Jeruk .
3. Bihun Kuah - Menteng
4. Nasi Uduk + Ayam Goreng Buni - JL.Buni (Deket Hayam Wuruk)
5. Kuo Tie - Kelapa Gading Boulevard (Depan Apartment)
6. Sate Ayam - PondoK Indah (JL. Arteri - Depan Bank BCA)
7. Otak-otak Ikan Sangaji (JL.Hasyim Ashari)
8. Mie Ayam Alip - Pecenongan (Depan Sekolahan Santa Maria)

Kuliner di Daerah Benhil :
(sengaja deket Benhill, soalnya kantor deket bust stop-nya bus way Dukuh Atas)

- Santiga Seafood di Pasar Benhill lokasi persisnya di depan Bank BCA (bukanyamalem hari)
- RM Meuthia : masakan Aceh dan mie Aceh
- Lumpia Semarang Bamboo : www.bamboo-id.com untuk info produknya & delivery
- Bakmi Balap Benhil, telp. 021-5732323- Gado-gado Bu Bambang
- Jl. Bendungan Walahar belakang Kompleks Gedung BRI (BRI I, BRI II dan GKBI):
Bakmi Bangka, Warung Walahar, Warung Semanggi ,Warung Padang Cahaya Baru dan adafoodcourt Garden yang menjual berbagai macam masakan termasuk soto kudus,lontong/nasi campur alay medan, gudeg, ikan bakar, dll
- Rumah makan Sunda Ampera, deket pasar benhil telp 021-5731113

Mak nyussss.....

Knowledge is Power

Man aroda dunya fa’alaihi bil ‘ilmi
(siapa yang menginginkan dunia maka harus dg ilmu)

Man arodal akhiroh fa’alaihi bil ilmi
(siapa yg menginginkan akhirat maka dg ilmu)

wa man aroda huma fa’alaihi bil ‘ilmi
(siapa yg ingi dua2nya maka harus dg ilmu)
--------------------------------------------------------

jadi inget tadi malem berdebat masalah agama, yang lucu adalah, kadang kita merasa jauh lebih baik dari orang lain dengan sedikit ilmu atau dengan sedikit pengetahuan yang kita punya.

one example is:

"walaupun saya masih suka minum-minuman alkohol, tapi saya masih lebih baik dari pada orang yang suka minum-minum tapi ga merasa berdosa, karena saya masih merasa berdosa"

yang jelas lebih baik adalah orang yang menjauhi minuman keras dengan sadar, dengan ilmu.

and yes, saya juga ga lebih baik dari mereka :D

Friday, January 30, 2009

Kerjanya ngapain?

this is what i do at the moment.

Outfit up so called Jack-Up.


itu dia Jack-Up-nya, LG 350 Mod1

Thursday, January 29, 2009

Fatwa MUI

Belakangan ini lagi rame-rame masalah Fatwa MUI masalah rokok dan Golput.

Masalah Rokok, mestinya sih semuanya aja Haram, ga usah dibatesin buat Anak-anak, Ibu hamil, merokok di tempat umum, dan Pengurus MUI.

merokok selama ini yang saya tau memang makruh, yang sebaiknya ditinggalkan. tapi makruhnya beda sama makruh makan jengkol atau pete, dimana makan pete jadi makruh karena bau mulut yang ditimbulkannya. nah rokok ini jelas banget merusak kesehatan, jadi makruhnya mengarah ke haram.

Golput diharamkan, saya pikir agak melenceng. kalo golput haram, mestinya memilih partai/caleg/president yang ga sesuai dengan alqur'an dan hadits pun harusnya haram. kalau MUI memang merujuk ke Alqur'an dan Hadits.

lah kalo titipan orang partai gimana tuh? ah suudzon deh.

Golput itu hak asasi, sama seperti hak memilih.

dan Golput itu hasil demokrasi, jadi apa sekarang MUI merujuk ke Demokrasi untuk berijtima? bukannya Alqur'an dan Hadits?

anyway, mudah-mudahan para Ulama ini bukan cuma rame bikin Fatwa, tapi juga rame dalam memberdayakan Ummat, khususnya Ummat yang seperti saya, yang sholatnya masih blentang blentong...

Thursday, January 22, 2009

Sok Akrab...

ceritanya pengen sok akrab sama temen kantor.

di kantor ada cewe sebagai Document Controller, tante-tante lah.

tiap hari dia ke kantor pake baju hamil, paling ngga kaya baju hamil gitu, longgar-longgar bagian perut.

nah, waktu itu kebeneran pulang naik bus bareng, ya udah sambil basa-basi, aku tanya sama dia:

"How old is your pregnancy?"

dia jawab sambil meringis...

"what? i'm not pregnant, i gave birth 6 moths ago..., and i still can not get my shape back"
"and i like this clothes type"

ha...ha....

beuh, mesti ngomong apa aku, jadi ga enak banget he...he...

soalnya tadinya ngeri, kalo orang udah hamil ko masih kerja aja.

eh, mulai besoknya sampe sekarang, dia selalu pake baju kantoran yang modis.

duh.....

Friday, January 9, 2009

jalan-jalan dan kerja

bener ya, kalo hati kita seneng, waktu kayaknya berjalan dengan cepat.....

dari tanggal 31 Desember 2008 sampe tanggal 08 Januari 2009 saya kebetulan dapet tugas kerja di Jakarta --di mana kerjanya sih tanggal 5-8-- jadi ada waktu luang buat pulang ke rumah dari tanggal 31 sampe tanggal 4-nya.

malem Kemis mendarat di CGK dan terpaksa naik taxi dari cengkareng ke rengasdengklok, sampe supir taxi-nya tanya terus, "masih lama ya Pak?" he...he....

sebenernya si Ipe nawarin buat nginep di Kalimalang, tapi lagi pengen buru-buru sampe rumah, pengen istirahat.

hari Jum'at diajak main ke Sumedang sama keluarga yang memang ada yang bikin acara Khitanan, nah saya mah mampir dulu ke Bandung sekalian nganterin teteh belanja di Cibaduyut, buat jualan lagi.

sebenernya ke Bandung ada tujuan lain sih, setelah teteh saya meneruskan perjalanan ke Sumedang, saya ketemu temen dulu yang kerja di RS Al Islam. sempet makan dulu ke Dago --lupa nama tempatnya euy--, makan yamin sama pisang goreng --kegemaran-- nah kalo dianya sih makan steak sama ice cream scope. abis itu mampir dulu ke Gramedia buat beliin teteh saya buku Andrea Hirata dari yang pertama sampe yang keempat. berhubung hari udah malem dan temen saya besoknya ada ujian --mudah-mudahan lulus ya ujiannya--akhirnya saya melanjutkan perjalanan ke Sumedang sambil mampir ke rumahnya dia, soalnya satu jalur ke arah Sumedang.

kacamata sempat pecah karena keinjek waktu sholat, soalnya naruhnya terlalu deket sama kaki, jadi pas tasyahud akhir, kena kaki deh tuh kacamata, dan pecah...

untung selalu bawa kacamata lama yang sebenernya udah ga enak di pake. setelah sampe Karawang baru di ganti tuh lensa-nya, untung juga frame-nya ga apa-apa.

hari minggu nganterin bokap terapi sengat lebah, sekalian mau liat gimana sih terapi lebah itu. di tempat terapi ternyata udah rame sama orang yang mau terapi dengan berbagai keluhan dan penyakit, ada yang stroke (seperti ibu saya) ada yang diabetes, ada yang matanya kena kanker, ada yang, beuh, banyak lah...

pengennya mampir ke si Imas, yang rumahnya ga terlalu jauh dari daerah itu, tapi kebetulan dia harus nganterin adiknya daftar buat kuliah ke Jakarta.

hari seninnya udah harus di Jakarta, jadi pagi-pagi banget minta dianterin sampe cawang dari cawang naik taxi ke Sudirman --halte bus way dukuh atas tepatnya--.

kantornya ternyata kecil banget, very crowded. yah ga apa-apa sih, maklum kompeni baru juga. seharian briefing temen ane masalah outfitting yang sebenernya sih gampang aja.

dapet tempat nginep di hotel Le Grandeur --katanya sih dulunya Dusit Mangga Dua, persis di belakang ITC mangga dua--, hotelnya lumayanlah, mungkin bintang 3.

jadi sekalian ngajak temen saya nginep di hotel sambil cerita-cerita masa lalu, yang dateng Suluh sama Edy, oh iya, sempet makan dulu di Plaza Semanggi.

hari selasa kerja lagi. makan siang tuh enak juga di kaki lima sebelah HSBC sama BNI, namanya TT46 kalo ga salah, beuh sorga banget lah, segala macem makanan ada kali ya, tinggal perutnya kuat ngga. suasananya memang saya rindu banget, suasana kaki lima yang berasap sate dan yang jelas, "pemandangannya" lebih variatif he..he...

sorenya udah janjian sama si Ipe --Pilot honda bebek-- buat maen ke rumahnya Anggi di Pondok Kelapa, yah lumayan jauh juga euy, sambil mampir dulu di Senayan City, beli jaket-nya MU dan makan di foodcourt-nya --sop buntut--, sayang, jaket MU-nya kegedean, belinya mestinya ukuran L, bukan XL.

nah yang lucu juga, pas makan sop buntut itu, di belakang si Ipe ada bokap sama nyokapnya si Bams (Samson), aku sih ga ngeh, tapi temenku itu bilang, "Yus, liat di belakang gua, itu bapaknya si Bams" nah aku liat deh, sambil ngomong gini "Oh... Bapaknya si BAMBANG" keras-keras.... dan ibunya si Bambang itu teruuus aja ngeliatin aku, sewot kayaknya ha.....

nah, jam setengah 10 sampe di rumahnya Anggi, di mana rumahnya gede banget, mantap deh, kaya yang punya rumah he...he... so, udah bertahun-tahun ga ketemu Anggi, udah ketemu ampir pangling, makin cantik dia :>

ngobrol ngalor ngidul bertiga, ga kerasa ampir tengah malem euy...
beuh, kalo ga kerja mah pengen muter-muter Jakarta lagi sampe subuh...

jalan pulang itu ngelewatin --sengaja dilewatin sama pilot gendeng itu-- ke depan cipinang, yang banyak PSK-PSK ... masih muda-muda banget itu PSK-nya.... setiap lewat PSK, itu motor sengaja di bikin pelan sama pilot honda bebek itu, dan yang jelas si PSK itu tepuk-tepuk tangan supaya menarik perhatian kita. duh... ada-ada aja nih anak.

aku bilang sama temenku itu "Kalaupun gua mau maksiat, gua ga ngajak-ngajak elu" he....he...

gua ketok aja tuh helmnya, supaya buru-buru pergi ke mangga dua.

dan di hotel itu udah ada dua orang temen, jadi tidur di hotel --single bed-- ada 4 orang, terpaksa deh aku tidur di bawah sama si Ipe itu, soalnya yang dua lainnya udah ngorok.

besoknya janjian ketemu sama Enno dan temenku waktu kos di ITS, si Dul Rahman, yang namanya sekarang udah jadi Jordi --Jorok Dikit-- ha....ha.... maklum di Ibu kota, nama harus komersil.

jadi berdasarkan wangsit dari Enno, kita janjian ketemu di Omah Sendok, jalan Empu Sendok, Jaksel. nah Omah sendok ini adalah rumah yang disulap jadi restoran. makanannya sih standard restoran ya, tapi memang suasananya Cozy. jadi kita ada bertujuh waktu itu, Aku, Edy, Suluh, Enno, Kiki, Rahman alias Jordi, dan temennya Rahman --duh... lupa namanya, cewe--

wah, kita ngobrol udah kaya di warung kopi aja, lupa ga kepikiran nyewa ruangan khusus yang bisa lebih private dan ga ganggu orang dengan ketawa ketiwinya. seneng akhirnya bisa ketemu Ennno dan Rahman, kalo Rahmand ulu sering nraktir aku di Surabaya, ya ke Pizza Hut, Nonton... biasanya dia yang bayarin ha.....ha.... --soalnya diriku dulu kurir dia, sering nganterin kalo ada urusan--

oh, buku Nassim Thalib "black swan" aku kassiin sama Enno, ya buat referensi dia masalah ekonomi dari sudut pandang yang "menarik", soalnya diakan editor majalah Tiro.

dari Mpu sendok sempatin mampir ke Plaza Blok M, yang tidak semegah dulu. nyari-nyari baju dan celana, soalnya bawa baju dan celana ke Indonesia terbatas, tadinya sih mau cari di Bandung, tapi ga sempet. akhirnya dapet jeans dan poloshirt. ngopi bentar di Coffee Bean, mesen Mocca Latte yang luar biasa GA ENAK. enakan juga Mocchacino-nya kopi torabika, cuma 2000-an kali he...he....

si Edy besoknya harus ke Cilegon, kerja lagi di sana, dan aku besoknya harus balik lagi ke Sg.

hari kamis, aku baru sadar kalo ada yang kirim sms tapi nomernya ga tercatat --lupa, ga kepikiran-- ternyata itu dari Evita, temen Beasiswa Djarum, yang sekarang kerja di AIG Karawaci... dan cukup jauh dari Jakpus. sayang ga sempet ketemu Evita. Ok, mungkin Februari depan bisa ketemu dia.

pas makan siang sempet ketemu Rizal, cowonya si Oke. sebenernya ngajak Indah juga, tapi Indah maksa pengen ketemu di Ambassador, aku males. jadinya si Rizal aja yang dateng.

sorenya berangkat diantar sopir dari Pak Chin Hon, sampe bandara ngurus fiskal dulu, dan ternyata gampang banget. sambil nunggu pesawat ngopi dulu sama Jackson, dan sambil nungggu itu ternyata listrik bandara MATI. gila ga tuh Indonesia... si Jackson yang orang Chinese Australian bilang sama aku "di sini biasa ya airport mati lampu" aku jawab, ini baru pertama kali selama aku pake bandara cengkareng ha....ha... bikin malu aja tuh...

lampu nyala lagi setelah kira-kira 10 menit.

sampe Singapore kira-kira jam setengah sepuluh, langsung cabut naik MRT sampe Gombak.

langsung tidur, soalnya Jum'at ngantor lagi.

Bebas fiskal euy!!

Tanggal 8/01/09 kemaren jadi pembuktian pribadi untuk masalah pemberlakuan bebas fiskal, dan ternyata gampang banget!!

jadi hari kamis kemaren balik lagi ke Singapore setelah kerja 4 hari di Jakarta --i loved it :D-- pas di CGK, setelah check in kan harus ngurus bebas fiskal tuh, dan ternyata.....

tinggal keluarin EP sama pasport, terus kata orang pajaknya, "Bebas Otomatis Pak", beuh, mantep bagnet tuh orang Pajak, salut ah, ga pake cing cong dulu :)