Minyak dan gas sekarang memang masih menjadi sumber energy utama di Indonesia, dari mulai bikin tempe goreng, sampe pembangkit listrik.
(Manusia yang semakin langka, tukan minyak keliling. courtesy of liputan 1)
Tahukah anda kalau Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai industri minyak tertua di dunia? Industri perminyakan Indonesia sudah dimulai waktu di jajah Belanda, sekitar tahun 1883, nama perusahaannya Koninklijke Nederlandsche Maatschappij tot Exploitatie van Petroleum-bronnen in NederlandschIndi (panjang bener namanya, intinya kalo ke POM bensin liat tulisan SHELL, nah itu dia yang dimaksud). Eksplorasi minyak sendiri secara modern baru dimulai sekitar tahun 1825 di Russia.
Dan Indonesia bergabung dengan OPEC (kartel minyak dunia) sekitar tahun 1962, setahun setelah OPEC berdiri, dan keluar dari OPEC akhir tahun 2008. OPEC sendiri memiliki cadangan minyak sekitar 2/3 dari cadangan dunia dan sekitar 33% produksi minyak dunia.
Sejak Maret 2004 Indonesia merupakan net importer minyak, dan import minyak dan turunannya sekitar 360 ribu barrel/hari pada tahun 2009 (1 barrel kurang lebih= 159 liter). Yang beli adalah BPH Migas (badan pengatur hilir) dan agennya ya Pertamina.
Yang terlihat cerah sepertinya Industri gas alam dan batu bara, yang terus mengalami peningkatan produksi.
Indonesia mengimpor minyak mentahnya kebanyakan dari Timur Tengah, dan produk dari minyak mentah dari Singapura dan Malaysia (tapi sebagian besar diproses di kilang Pertamina).
Cadangan minyak Indonesia (proved reserve) sekitar 0.3% dari cadangan dunia, dan lebih kecil dari Malaysia, yang mencapai 0.4% (kok bisa ya?). total produksi minyak mentah Indonesia mencapai 1.2% dari total produksi dunia, lebih besar dari Malaysia yang sebesar 0.9% (BP Statistical review).
Sedangkan ekspor minyak Indonesia utamanya minyak yang berkualitas tinggi, yaitu Minyak Minas (Riau)(termasuk minyak light-sweet, derajat API tinggi, kandungan belerang rendah), umumnya diekspor ke jepang dan korea selatan.
(monument pengeboran minyak di Minas)
Terus berapa sih perincian harga bensin yang anda bayar?
ref: OPEC
Say harga bensin pertamax (non subsidi) Rp 7000.
Harga minyak free on board: USD 70/barrel = USD 0.44/liter
Biaya transport dll: USD 2 dollar/barrel = USD 0.013/liter
Total harga pertamax sebelum keuntungan adalah:
= 0.44+0.013= USD 0.453 atau sekitar Rp. 4250, jadi margin keuntungan Pemerintah sekitar Rp. 2750, lumayan lah.
Kalo Premium? Harganya kan sekarang Rp 4500, terus apanya yang disubsidi ya? kan katanya premium disubsidi, dan subsidi BBM sebesar 33 trilyun sodara sodara. Ga tau lah, tanyakan lah pada rumput yang bergoyang…. :D
dapat feedback dari Om Andi Trinanto di pesbuk, untuk Indonesia, perhitungannya secara spesifik adalah:
menghitung harga keekonomian premium itu dari harga rata-rata di Asia (yg dihitung dari MOPS = Mean of Platts Singapore, yg dikeluarkan oleh badan publikasi Platts yg ada di Singapore) plus alpha (biaya pengadaan & operasional, biasanya dalam bentuk persen, kalo ga salah pemerintah netapin 10%). MOPS biasanya plus $10-$15 dari harga minyak mentah.
jadi itung-itungannya :
MOPS + 10% = 80 + (10%x80) = $88/barrel.
1 barrel = 159 liter, jadi $0.5535/liter...
kurs hari ini 1$ = Rp. 9500, jadi Rp. 5258/liter..ini baru harga dasar.
belum ditambah pajak penjualan 10% (CMIIW), jadi total = Rp. 5784/liter.
setelah saya googling lebih lanjut, ternyata memang perhitungannya bikin otak kram juga, karena rumit bin njelimet, coba lihat perhitungan menurut Kwik Kian GIe:
Biaya lifting, refining dan transporting keseluruhannya US$ 10 per barrel. 1 barrel = 159 liter dan 1 US$ = Rp 10.000. Jadi biaya lifting, refining dan transporting = (10 : 159) x Rp 10.000 = Rp 628,93 atau kita bulatkan saja menjadi Rp 630 per liter. Kalau Rp 4.500 per liter bensin kita jadikan harga minyak mentah per liter, maka harga baru yang Rp 4.500 harus dikurangi dengan keseluruhan biaya tersebut atau Rp 4.500 - Rp 630 = Rp 3.870 per liter. Per barrelnya menjadi Rp 3.870 x 159 = Rp 615.330. Dijadikan dollar AS dengan kurs Rp 10.000 per dollar AS, bensin premium yang harganya Rp 4.500 per liter ekuivalen dengan 615.330 : 10.000 = US$ 61,53.
tapi seperti yang dibilang Purnomo Yusgiantoro waktu dia menjabat Mentri Energi dan SDM, naik turunnya harga BBM ada lah keputusan politik. NAH LOH!! (tambah kram otak kan? gila kan)
(mulai dari nol ya Pak? Kata petugas POM bensin di rest area waktu kemaren pulang kampung)
1 comment:
kalo gak salah di Thailand harga bensin 13ribu. jauh lebih mahal.
Post a Comment