Monday, December 7, 2009

Ngebor!

Emang Inul aja yang bisa ngebor, nyari minyak juga harus bisa ngebor dong he…he…

Ngebor minyak memang tak semudah goyang ngebor, soalnya butuh biaya banyak banget dan waktu yang cukup lama, dari mulai pemetaan bawah tanahnya, terus di cek data-data dari survey/pemetaan itu, kalopun misalnya datanya kelihatan ok dan memenuhi beberapa persyaratan buat dibor, bisa jadi yang dibor itu sumur kosong, alias ga ada isinya, alias isinya cuma air. Kasian kan yang ngebor? Keluar biaya banyak, eh ga ada minyak. Biaya perhari ngebor minyak lepas pantai (dangkal) kira-kira USD 80 ribu/hari.

Jadi tahapannya:

  • Survey Geologi dan Geofisika

  • Eksplorasi (ngebor buat nentuin ada minyaknya apa cuma air asin)

  • Eksploitasi (ini ngebor minyak beneran)

Nah, kalo ngebor di darat itu seperti ini

Selanjutnya saya pengen ngomongin ngebor di laut, ya basah-basah dikit lah.

Pengeboran lepas pantai (offshore) juga dibagi bagi beberapa kategori;

  1. Laut dangkal (shallow water, sampai dengan 200m)

  2. Laut dalam (deep water, 200-1000m)

  3. Dalam banget (ga tau istilah bahasanya, tapi englishnya, Ultra-deepwater, pokoknya lebih dalam dari 1000m)

Ilustrasinya seperti dibawah ini (termasuk ngebor di darat):




  1. Land rig (ngebor didarat)
  2. Fixed Platform (ngebor di laut dangkal)
  3. Jack Up (laut dangkal juga)
  4. Semi-Submersible (laut dalam)
  5. Drillship (laut dalam)
  6. Tension Leg Platform (Ultra deep water, laut dalam banget)

Tentu saja, ini secara umum, soalnya, platform pun bisa didesain untuk laut yang lebih dalam dari 200m (compliant tower) dan jack up juga bisa di desain melebihi kedalam standar. Tinggal pinter-pinter si insinyur yang design lah.



Alright, tulisan berikutnya kita bahas satu-satu deh, dari mulai si platform sampe TLP.

(dari berbagai sumber)

1 comment:

Elsa said...

ayooo dilanjut pelajarannya Pak... mana bab dua nya?

aku pernah dikirimi arya gambar-gambar persis gitu. bererti sama yooo..