Monday, November 16, 2009

Quick fact on Indonesian in Singapore

berawal dari ada yang tanya di milis indosing, yang nanya berapa jumlah WNI di Singapura, akhirnya dapet data-data itu dari, guess what, situs Presiden SBY, yang baru aja berkunjung ke KBRI Singapura (15/11/09) habis kumpul-kumpul ngalor ngidul di APEC Forum.

jadi ini fakta mutakhir dari WNI yang berada di Singapura:
1. Jumlah WNI di Singapura: 158.000 jiwa
2. Terdiri dari:
  • 85.000 Pembantu Rumah Tangga
  • 16.000 Professional
  • 12.000 Pelajar dan Mahasiswa
  • 10.000 Pelaut
  • sisanya Ibu Rumah Tangga, Bussinessman/woman, koruptor (eh, masuk itungan ngga ya :D)

3. Persentase WNI vs Populasi Singapura adalah sekitar 3.18%

4. WNI yang melaksanakan hak pilihnya pada pemilu 2009 (pemilihan president): 29.000 orang, dimana 82% memilih SBY atau sekitar 23.780 orang. (ini penting, kalo orang dari Demokrat dateng gimana kalo laporannya, "dari 29000 orang pemilih, 18% memilih SBY", kan gak enak dubesnya ntar :D)

jadi saya lanjutkan deh ke statistik Populasi Singapura (mid year estimates):

1. Total populasi Singapore: 4,98 juta jiwa (Indonesia: 218,8 juta jiwa)

2. Warga Negara Singapura: 3,2 juta jiwa

3. Permanent Resident: 533 ribu jiwa

4. Population density (kepadatan penduduk): 6.814 orang/km2 (bandingkan dengan Indonesia yang hanya 116 orang/km2, tapi jangan salah, Jakarta kepadatan penduduknya 13.344 orang/km2, GILAAA!!)

5. Etnik (suku):

  • Chinese: 74.2% (3,69 juta jiwa)
  • Malay: 13.4% (667 ribu jiwa)
  • Indian: 9.2% (498 ribu jiwa)

alright, that's all folks!

Friday, November 13, 2009

Murah kok mau selamat

Anekdot di masyarakat "murah kok mau selamat" kayaknya emang asalnya dari realita kehidupan mereka. murah berarti masih bayar, apalagi gratis, nyawa tanggung sendiri....

contoh kasus meninggalnya 9 orang akibat (diduga) pengobatan massal anti-fillariasis (kaki gajah) memberikan contoh yang tepat dan pahit. niat yang baik tapi dengan cara yang harusnya benar, bisa berbuah fatal. ada kesalahan prosedur.

saya ambil dari kompas, 12/11/2009:


BANDUNG, KOMPAS.com — Korban tewas akibat pengobatan massal kaki gajah di Kabupaten Bandung terus bertambah. Saat ini, tercatat sudah 9 orang meninggal dunia sejak pengobatan massal digelar dua hari lalu. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, jumlah korban meningkat dari 264 orang menjadi 579 orang. Mereka mengalami mual, pusing, dan kejang-kejang.

Sementara itu, jumlah warga meninggal menjadi sembilan orang, sebanyak empat orang di antaranya adalah warga asal Kecamatan Banjaran, yakni Toto (69), Nandang (47), Lilis (52), dan Omay (54). Adapun lima orang lainnya warga asal Kecamatan Majalaya, Cileunyi, Bojongsoang, Soreang, dan Kecamatan Katapang, yaitu Dabu (5), Nonoh (40), Ahmad Yunan (46), Apeng (40), dan Arif (14).

Kepala IGD RSUD Majalaya Rustam membenarkan bahwa rata-rata pasien yang mengalami gejala mual dan muntah akibat mengonsumsi obat pencegah filariasis. "Mereka yang datang mengeluhkan keluhan yang sama seusai mengonsumsi obat. Saat ini kami menyiagakan 10 dokter dan 20 perawat untuk penanganan, seperti pemberian obat dan proses infus kepada pasien," ujar Rustam.

Terkait korban meninggal, Ismet Ismail Suni, dokter yang ikut menangani pasien, mengatakan belum berani mengambil kesimpulan korban meninggal akibat minum obat filariasis. "Perlu dilakukan uji laboratorium dan visum untuk membuktikannya," ujar Ismet.

Suhardiman selaku Kepala Subdinas Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menjamin, meninggalnya sembilan warga bukan akibat minum obat anti-filariasis, melainkan karena punya riwayat kesehatan yang tidak membolehkan minum obat anti-filariasis. (TRIBUN JABAR/ANT)

saya highlight karena menunjukan kelalaian petugas

Saturday, November 7, 2009

Tony Parsons' "Starting Over"

Opening from this book is a quote from JM Barrie "Peter Pan and Wendy"

"That was the last time the girl Wendy ever saw him. for a little longer she tried for his sake not to have growing pains; and she felt she was untrue to him when she got a prize for general knowledge. But the years came and went without bringing the careless boy; and when they met again Wendy was a married woman, and Peter was no more to her than a little dust in the box in which she had kept her toys. Wendy was grown up. You need not be sorry for her. She was one of the kind that likes to grow up."

bought from Popular with 20% discount, hope can enjoy reading the book.

Thursday, November 5, 2009

Japan's style of "Malu"

"malu" is a word from Bahasa, which translates to "Shame" in English.

from Oxford dictionary:

Shame:
noun 1 a feeling of humiliation or distress caused by awareness of wrong or foolish behaviour. 2 a loss of respect or esteem. 3 a cause of shame. 4 a regrettable or unfortunate thing.

so, after weeks of legal war between KPK (anti corruption body in Indonesia) vs Police and Judge, i was moved by a picture of Japanese Chairman of Toyota (Tamashi Yadashina) (in NY Times), who cried during a press conference held to announce the team withdrawal from F1.

it is almost impossible for Indonesian Government Official to do the same thing, bow in front of public because of his/her failure in delivering what they suppose to deliver. For God's sake, this Toyota guy is not even a public servant.

i think we should encourage government officials to be sent to Japan for training on Bushido, and in sworn-in ceremony, the should be given a tanto, just in case they want to follow way of Samurai (ha...ha... kidding :D)

Monday, November 2, 2009

Oasis of the Seas

Oasis of the Seas is the largest cruise ship in the world, with length overall of 360m or almost 5 times longer than the largest airplane, Airbus A380, or 21m longer than once largest, The Freedom of The Seas.


Quick facts of the ship:

Length Over All : 360m
Width : 65m
Speed : 22.6 knots
Total Passenger Capacity : 6296
Total Crew : 2165
Passengers Deck : 16
Maiden Voyage : December 5, 2009
Yard : STX Europe, Turku, Finland.
Owner : Royal Carribean International

Price : 2 billions Euro (app. 28.2 trillions rupiah)
Sister ship : Allure of the Seas

Wednesday, October 28, 2009

3 Ingredients for Success

Published: October 6, 2007

HOW do the world’s highest achievers define success?

After interviewing 200 people worldwide “who have made a difference in their fields,” three authors conclude that “success in the long run has less to do with finding the best idea or business model than it does with discovering what matters to us as individuals.”

In Rotman, the University of Toronto business school magazine, Jerry Porras, a professor of organizational behavior at the Stanford Graduate School of Business; and Stewart Emery and Mark Thompson, both management coaches, write that “extraordinary people, teams and organizations are simply ordinary people doing extraordinary things that matter to them.”

The writers, co-authors of the book “Success Built to Last” (Wharton School Publishing, 2006), point out that the people they interviewed said, “When success just means wealth, fame and power it doesn’t last and it isn’t satisfying.”

Given the title of their book, it isn’t surprising that the authors refer to successful people as “builders.” “We learned,” they wrote, “that builders find lasting success when three essential elements come into alignment in their lives and work.”

The first element is meaning. “What you do must matter deeply to you,” they wrote.

The second is a “highly developed sense of accountability, audacity, passion and responsible optimism.”

And finally, they said, these successful people “find effective ways to take action.”

BEFORE YOU LEAP “Only 15 years ago, a person who changed jobs every three years or so was looked at as professionally unstable,” Judith Sills writes in Psychology Today. “Today, it’s the guy nestled on his lily pad whom the H.R. pro looks at with a critical eye,” wondering why the employee isn’t more ambitious.

Is it time to move on? Ms. Sills suggests you ask yourself the following questions:

“How happy am I” to go to the office each day?

“How much am I” growing professionally at work?

“How does my current salary and/or level of responsibility match my aspirations?”

THE DEVIL’S REVENGE As “The Devil Wears Prada” and “The Nanny Diaries” show, there is now a cottage industry of young people writing about how awful their first jobs were.

In Forbes Life Executive Woman, a new magazine, employers were given the chance to turn the tables.

There are stories about assistants who forgot to put ice cream cakes in the freezer for a dinner party, ones who send their boss to the wrong city on a business trip and legal assistants who faxed opposing counsel an outline of the strategy their employer planned to use in a negotiation.

But our favorite tale, in the article by Ellen Ryan, involves the assistant to a partner at a Washington public relations firm.

“I had just won a new client, and I wanted to take him out for a celebration,” Carolyn Tieger explained. “He liked Spanish food, so I told my young, relatively new assistant I’d like to treat the client to lunch at a tapas restaurant, and to please make reservations and let him know the details.”

The assistant called the client and said she didn’t understand why, but her boss wanted to meet him at a “topless restaurant.”

FINAL TAKE Want to increase your brain power? Try something different.

“Your brain is a thrill seeker,” Nancy Kalish writes in Prevention. “New experiences stimulate the area that produces dopamine, a chemical involved in learning and memory. Studies show that doing new things builds brain mass and increases mental agility.”

PAUL B. BROWN

Friday, October 16, 2009

Hormati Ibumu

dapet ini dari postingan temen di pesbuknya, Subhanalloh, jauh dari rumah...

Wednesday, September 16, 2009

Polisi Tidur dan Pak Hoegeng

mumpung lagi hangat-hangatnya kasus urusan Polisi sama KPK, jadi inget waktu nonton KickAndy, episode "tribute to Hoegeng".

tadinya ga tau siapa tuh Hoegeng, ternyata setelah nonton acara itu, takjub. sayang, Pak Hoegeng udah almarhum.

satu joke yang lucu dari Gus Dur, katanya polisi yang gak bisa disuap itu cuma ada 3, Polisi Tidur, Patung Polisi, sama Hoegeng. spot on!, tapi mudah-mudahan gak bener ya Gus :)

tulisan ini diambil dari website KickAndy
=================================================================

TRIBUTE TO HOEGENG
Jumat, 27 Maret 2009 21:30 WIB



Di Indonesia ini hanya ada tiga polisi jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng. Begitulah setidaknya menurut Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Anekdot mantan presiden RI ini sekaligus sindiran karena cuma Hoegeng satu-satunya polisi jujur. Tapi, sebenarnya tahukah Anda, siapa Hoegeng

Inilah episode special Kick Andy yang akan mengingatkan kembali pada sosok Hoegeng, seorang aparat yang jujur, antisuap, dan sarat dengan disiplin.

Hoegeng yang bernama lengkap Hoegeng Iman Santoso adalah Kapolri di tahun 1968-1971. Ia juga pernah menjadi Kepala Imigrasi (1960), dan juga pernah menjabat sebagai menteri di jajaran kabinet era Soekarno. Kedisiplinan dan kejujuran selalu menjadi simbol Hoegeng dalam menjalankan tugasnya di manapun.

Misalnya, ia pernah menolak hadiah rumah dan berbagai isinya saat menjalankan tugas sebagai Kepala Direktorat Reskrim Polda Sumatera Utara tahun 1956. Ketika itu, Hoegeng dan keluarganya lebih memilih tinggal di hotel dan hanya mau pindah ke rumah dinas, jika isinya hanya benar-benar barang inventaris kantor saja. Semua barang-barang luks pemberian itu akhirnya ditaruh Hoegeng dan anak buahnya di pinggir jalan saja. “ Kami tak tahu dari siapa barang-barang itu, karena kami baru datang dan belum mengenal siapapun,” kata Merry Roeslani, istri Hoegeng yang hadir di studio Kick Andy.

Polisi Kelahiran Pekalongan tahun 1921 ini, sangat gigih dalam menjalankan tugas. Ia bahkan kadang menyamar dalam beberapa penyelidikan. Kasus-kasus besar yang pernah ia tangani antara lain, kasus pemerkosaan Sum tukang jamu gendong atau dikenal dengan kasus Sum Kuning, yang melibatkan anak pejabat. Ia juga pernah membongkar kasus penyelundupan mobil yang dilakukan Robby Tjahjadi, yang notabene dekat dengan keluarga Cendana.

Kasus inilah yang kemudian santer diduga sebagai penyebab pencopotan Hoegeng oleh Soeharto. Hoegeng dipensiunkan oleh Presiden Soeharto pada usia 49 tahun, di saat ia sedang melakukan pembersihan di jajaran kepolisian. Kabar pencopotan itu diterima Hoegeng secara mendadak. Kemudian Hoegeng ditawarkan Soeharto untuk menjadi duta besar di sebuah Negara di Eropa, namun ia menolak. Alasannya karena ia seorang polisi dan bukan politisi.

“Begitu dipensiunkan, Bapak kemudian mengabarkan pada ibunya. Dan ibunya hanya berpesan, selesaikan tugas dengan kejujuran. Karena kita masih bisa makan nasi dengan garam,” ujar Roelani. “Dan kata-kata itulah yang menguatkan saya,” tambahnya.

Hoegeng memang seorang yang sederhana, ia mengajarkan pada istri dan anak-anaknya arti disiplin dan kejujuran. Semua keluarga dilarang untuk menggunakan berbagai fasilitas sebagai anak seorang Kapolri. “Bahkan anak-anak tak berani untuk meminta sebuah sepeda pun,” kata Merry.

Aditya, Reni, dan Ayu, putra Hoegeng yang hadir di studio, menceritakan pengalaman berharga mereka ketika menjadi seorang anak pejabat. Misalnya, Adytia bercerita, ketika sebuah perusahaan motor merek Lambretta mengirimkan dua buah motor, sang ayah segera meminta ajudannya untuk mengembalikan barang pemberian itu. “Padahal saya yang waktu itu masih muda sangat menginginkannya,” kenang Didit.

Reni memiliki cerita lain, yakni sering sekali terlambat sekolah karena jika terjadi kemacetan di pagi hari, sang ayah sering turun ke jalan mengatur lalu lintas terlebih dahulu. Masih banyak kisah-kisah yang sarat makna di ceritakan oleh istri, putra putri Hoegeng, serta sejumlah temannya di tayangan ini. Kisah ketegasan dan kesederhanaan Hoegeng sebagai seorang pengabdi masyarakat.

Saking jujurnya, Hoegeng baru memiliki rumah saat memasuki masa pensiun. Atas kebaikan Kapolri penggantinya, rumah dinas di kawasan Menteng Jakarta pusat pun menjadi milik keluarga Hoegeng. Tentu saja, mereka mengisi rumah itu, setelah seluruh perabot inventaris kantor ia kembalikan semuanya.

Memasuki masa pensiun Hoegeng menghabiskan waktu dengan menekuni hobinya sejak remaja, yakni bermain musik Hawaiian dan melukis. Lukisan itu lah yang kemudian menjadi sumber Hoegeng untuk membiayai keluarga. Karena harus anda ketahui, pensiunan Hoegeng hingga tahun 2001 hanya sebesar Rp.10.000 saja, itu pun hanya diterima sebesar Rp.7500!

Kepada Kick Andy, Aditya menunjukkan sebuah SK tentang perubahan gaji ayahnya pada tahun 2001, yang menyatakan perubahan gaji pensiunan seorang Jendral Hoegeng dari Rp. 10.000 menjadi Rp.1.170.000. Setelah memasuki masa pensiun, Hoegeng sempat mengisi acara di Radio Elshinta, namun tak lama acaranya ditutup karena dianggap terlalu pedas.

Hoegeng kemudian membesarkan kembali musik Hawaiian yang terkenal dengan nama “Hawaiian Senior” dan mengisi acara di TVRI selama 10 tahun. Acara itupun kemudian “dibredel” oleh pemerintah dengan alasan tidak mencerminkan budaya nasional Indonesia. Hoegeng yang kemudian bergabung dengan kelompok petisi 50, tampaknya memang memiliki banyak ganjalan dalam berkiprah di negeri ini.

Musik Hawaiin memiliki makna tersendiri untuk Merry sang istri. Karena mereka sering bermain musik hawaiin bersama-sama. Hoegeng sendiri pernah ke Pulau Hawaii dalam rangka tugas, tapi sang istri yang sangat-sangat ingin pergi ke pulau itu tak pernah diajaknya. “Kami sudah sepakati bahwa saat Bapak tugas, saya sebagai istri tak perlu ikut,” ujar Merry yang mengaku memiliki sahabat di Pulau milik Amerika itu.

Merry memang sosok istri yang tulus. Bahkan mantan ketua YLKI yang juga peneliti bidang kepolisian, Zumrotin yang hadir di studio, memuji ketulusan sosok Merry yang berbeda dengan kebanyakan istri pejabat, terutama di masa kini.

Untuk kesabaran, ketulusan sebagai istri Hoegeng, maka di episode kali ini Merry mendapat banyak kejutan manis dan mengharukan. Apakah itu? Silakan saksikan di Kick Andy episode ini, sekaligus anda bisa menikmati musik Hawaiian yang membawa keteduhan. Seteduh kisah inspiratif dari kehidupan seorang tokoh bernama Hoegeng.



Sunday, August 30, 2009

mari Zakat di bulan Ramadhan

"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku."QS. al-Baqarah (2) : 43

ayat di atas mendasari perintah Zakat, yang merupaka rukun Islam yang ke 3 setelah Shalat.

di bulan Ramadhan, memang di wajibkan kita membayar zakat fitrah, kira-kira sebesar 2.5 kg beras (atau makanan pokok di daerah tersebut).

tapi saya berpikir, kalau kita bisa membayar zakat harta (maal) di bulan ini, mungkin akan lebih bermanfaat lagi buat orang-orang fakir miskin dan mustahik (penerima zakat) lainnya.

kata Rasul sih, kerabat lebih utama diberi bantuan, jadi saya pikir, sebaiknya lihat sekeliling kita, keluarga, tetangga, saudara, apa ada yang membutuhkan sebelum kita jauh-jauh mengirim zakat.

jadi, buat temen-temen yang mungkin ada harta, dengan berzakat ataupun mungkin masih mampu bersedeqah, mari kita bayarkan hak mereka yang membutuhkan, mudah-mudahan harta kita nanti melindungi kita dari api neraka, karena harta tak akan habis karena zakat dan bersedekah, tapi Allah akan terus memberikan rizqi-nya.

------------------------

ini referensi yang saya pakai untuk belajar zakat:
- wiki
- Aliph

lembaga penyalur zakat (lengkap denga cara perhitungan zakatnya dan tentu aja ilmu zakat):
- Dompet Dhuafa Republika
- PKPU
- Bazis DKI Jakarta


Thursday, August 27, 2009

Lasik @ Singlasik

Alhamdulillah, tanggal 24 sama 27 Agustus 2009, kedua belah mata saya udah selesai di Lasik, TKP-nya di Singapore National Eye Center, di klinik Singlasik-nya.

Latar belakang

Saya sudah berkacamata sejak kelas 5 SD, tapi rabun jauhnya sih mungkin jauh sebelum itu, soalnya saya sudah sulit baca tulisan di papan tulis sejak kelas 3, dan lebih seneng kalo catet mencatet di dikte sama guru atau temen, soalnya ga usah liat di papan tulis. Dan ketaun rabun jauh sama bapak saya, itupun dari laporan adik saya (yang kebetulan sekolah bareng sejak kecil), yang bilang kalo si Yuyus biasanya gak bisa baca, kalo disuruh baca tulisan di papan tulis.

Dan langsung minus 2. Dan dimulailah hari-hari berkacamata. Kebetulan bapak saya selain Guru SD, juga jago sepakbola dan volley (legendalah di kampung), tapi kok anaknya ga bisa olahraga. Ya gimana mau maen bola sama volley, beberapa kali frame kacamata patah waktu olahraga (the truth is, I love playing football). Dan berhubung bapak saya gak mampu beli frame baru, terpaksa framenya di sambung sama tukang solder listrik.

Waktu lulus SMP, kepikiran kalo berkacamata nanti bakal menghambat mimpi saya, jadi pilot (yeah, mimpi yang kelihatannya keren waktu itu). Nah, pernah baca artikel kalau mata minus bisa diobati sama yang namanya lasik. Lalu saya paksa bapak saya buat pergi ke Cicendo di Bandung (RS Cicendo itu rumah sakit mata di Bandung), dan waktu di sana di bilang kalau lasik biayanya sekitar 20 juta-an (waktu rupiah 2000-an gitu vs dollar US) dan harus berumur di atas 21 tahun. Yah, kalo bokap sih seneng, bisa ngasi alesan kalo umurku belom cukup (padahal kaget waktu denger biayanya yang nauzubillah).

Bahkan nih, bapak saya sempet maksa saya pergi ke dukun mata segala, mungkin 2 kali ya he…he…

2 minggu lalu pulang kampung, ga disangka-sangka bokap bilang, kalo mau operasi mata, operasi aja, kan udah punya duit sendiri, jangan terlalu mikirin masalah ngirim uang atau apalah.

Lasik

Setelah cari-cari informasi di internet, akhirnya saya mutusin buat ambil di Singlasik (SNEC), dengan dasar kalo itu rumah sakit pemerintah, ya mudah-mudahan kalo ada masalah sama operasinya, bisa gampang ngurusnya.

Berhubung Lasik yang blade (pisau, microkeratome) cukup murah, di bawah 1000 dollar/mata, saya mutusin buat ambil yang itu.

Tetapi setelah Lasik Assessment dari Singlasik, dokter saya (Dr Jod S Mehta) bilang, berhubung minus saya cukup tinggi (kanan -7.50 cyl. 2, kiri -7.00 cyl 3.75) dan astigmatisme (cylinder) tinggi, dia menyarankan buat ngambil yang intralase (blade free, all laser). Tapi saya bilang, dana saya gak cukup. Beruntung, dia nawarin tissue saving gratis buat sebelah mata (nilainya sekitar 200-an dollar), jadi minimal pengeluaran ditekan sedikit.

Ok, akhirnya saya setuju buat ambil intralase dengan tissue saving tanggal 24 dan 27 (sebelah mata satu hari), dengan rincian biaya:
- Assessment = SGD 166
- Mata kanan, Intralase + tissue saving + obat tetes = SGD 1226
- Mata kiri, intralase + tissue saving = SGD 1423

Total biaya = SGD 2815 (dengan kurs IDR 7000/SGD, kira-kira RP 19.705.000,-)

Lebih murah dari Jakarta Eye Center, yang waktu saya tanya, biaya intralase sekitar 21 juta (ga tau itu termasuk apa aja).

Biaya di atas sudah termasuk 4 kali review setelah operasi, dan enhancement kalo ternyata minus masih ada (dalam kurun 2 tahun setelah operasi).

Proses operasi

Proses operasinya sendiri, jauh di luar dugaan saya, ternyata proses operasinya cuma hitungan detik untuk tiap stage;

1. Flap creation
Dimana kornea kita di iris kira-kira setipis rambut (intralase pakai laser, microkeratome pake pisau). Kira-kira 30 detik, ga ada sakit sedikitpun, Cuma ngeri aja.waktu proses di laser, kita disuruh focus ke sinar hijau, ikutin terus kemana arah itu sinar hijau bergerak.

2. Membuang sedikit kornea
Setelah flap creation selesai, kita nunggu sebentar (5 menit) buat pindah ke mesin laser satu lagi, excimer laser. Dimana di sini, kornea kita akan sedikit (bener-bener dikit) dibuang. Prosesini juga mungkin sekitar 30 detik sampai 1 menit. Nanti akan sedikit bau semacam rambut terbakar, dimana sebenernya itu kornea kita yang dibakar sama mesin excimer laser. Dan ga sakit juga.

Setelah operasi, mata kita udah bisa langsung ngelihat dengan jelas, walau agak sedikit berkabut, dan saya sudah bisa pulang ke rumah tanpa kacamata. Magic!.

Untuk mencegah iritasi sama mata kering, mereka ngasi 3 buah tetes mata, yang beda-beda fungsinya.

Mereka mewanti-wanti jangan sampe kita ngucek mata, terus kemasukan air dalam kurun waktu 2 minggu (di kasih catatan sama mereka, ga usah khawatir).

Dan sejauh ini, 3 hari setelah operasi, mata kanan saya udah bener-bener bisa ngeliat jelas, dan mata kiri yang baru di operasi tadi pagi, udah mulai terang.
-----------------------------------------------------------------------
Saya harus banyak berterima kasih sama Pak Budi Setyo atas bantuannya nih.

Referensi untuk lasik di Singapura:
- Singlasik
- Lasik edukasi (ga tau nih, tadi di buka kok ga nyambung)
- Shinagawa
- Lasik Surgery Clinic

(untuk proses operasi yang bener-bener detail, bisa cari di youtube videonya, tapi saya ga rekomen buat liat, soalnya kalo liat di videonya agak ngeri, yang padahal kalo kita yang ngalamin sendiri, ya gak kerasa apa-apa)