Wednesday, December 29, 2010

Industri Kapal Indonesia dan India


(Disclaimer: postingan di blog saya, sebenernya banyak yang merupakan hasil diskusi saya di mailing list yang saya ikuti, saya extract dan saya rewrite lagi di blog ini)

Setelah beberapa waktu lalu saya memposting masalah state aid di industry maritime di beberapa negara, sekarang saya ingin membandingkan kondisi industry perkapalan kita dibandingkan dengan industry yang sama di India.


Seperti di blog post tersebut, Industri perkapalan di sana mendapatkan subsidi sekitar 30% yang katanya malah lebih kecil dibandingkan Korea dan China yang bisa sampai 40%. Subsidi ini berjalan sampai 2007, dan di extend (jika sesuai dengan rekomendasi KPMG) sampai 2017. Pemain-pemain besar di industry perkapalan di India sengaja menyewa KPMG, sebuah perusahaan auditor internasional, untuk membuat analisa dan rekomendasi mengenai industry mereka. Di bawah ini saya sarikan beberapa analisa dari KPMG:

competitive advantage di Industri Perkapalan di India

1. upah buruh yang lebih murah
menurut KPMG, upah buruh murah merupakan faktor kunci di industri ini, karena upah buruh bisa mencakup 10% dari biaya produksi. bahkan, upah buruh India lebih murah dari upah buruh di China.


2. Permintaan dalam negri yang besar
Permintaan domestik dari perusahaan pelayaran, energi dan pertambangan terus berkembang pesat. juga permintaan dari pengeboran lepas pantai, seperti rig, OSV, dan PSV, akan terus meningkat seiring bertambahnya eksplorasi lepas pantai.

3. Industri penunjang yang sudah ada
yang menjadi permasalahan adalah, skala industri shipbuilding yang masih kecil dan belum menjadi pasar utama industri industri yang sebenarnya bisa menjadi industri penunjang untuk industri shipbuilding

4. garis pantai yang panjang
shipyard bisa dibangun di sepanjang pantai India

hambatan yang menghalangi competitive advantage ini

1. Pajak dan Cukai
kurangnya insentif dari pemerintah India ini menjadikan tambahan biaya sekitar 8% untuk domestik dan 3% untuk keperluan ekspor

2. Pajak tidak langsung
service tax dikenakan pada pelayanan design dan engineering sebesar 12.36%. dan berdasarkan estimasi, pajak tidak langsung ini bisa menyumbang 12% dari nilai kontrak sebuah kapal

3. Bank Guarantee
biaya untuk bank guarantee di India ini lebih besar dibanding negara negara lainnya, akibat dari kurangnya support dari pemerintah India

4. Modal kerja (Working capital)
bunga bank untuk modal kerja di India ini sangat besar (10.5%) jika dibanding negara negara lain, seperti China yang hanya 4-8%.

5. Research and development and MANPOWER development
kurangnya kebijakan pemerintah yang mendorong R&D dan kemampuan SDM di bidang ini, juga menyebabkan biaya tersendiri untuk industri shipbuilding. salah satu caranya, mereka mendirikan National Ship Design Research Centre (NSDRC) walaupun masih dalam tahap awal

Indonesia punya NASDEC (National Ship Design and Engineering Center) di ITS Surabaya

kemudian, dari pihak pemerintah timbul dong pertanyaan, bisa di justifikasi kah jika semua bantuan, instentif, stimulus saya berikan ke industri ini?
jika berdasarkan prediksi bahwa pada tahun 2017 India menguasai 7.5% market share di industri ini, berarti ada sekitar 500 juta DWT kapasitas yang dibutuhkan. ini berarti investasi sekitar 200 milyar rupee (1 rupee ~ 200 rupiah) untuk mengembangkan kapasitas yard yang ada.

dari 200 milyar rupee ini, bisa memicu 2200 milyar rupee untuk sektor sektor terkait, seperti industri baja dan industri manufaktur lainnya. pendapatan dari shipbuilding industri ini bisa mencapai 800 milyar rupee dan pendapatan total sekitar 3300 milyar rupee yang termasuk dari sektor sektor terkait. dan untuk pemerintah sekitar 250 milyar rupee dari pendapatan pajak


silahkan lihat di tabel, multiplier investment efek dari shipbuilding industry.

efek yang lain ada lah ketersediaan lapangan kerja, jika dari shipbuilding industry bisa mempekerjakan sekitar 400 ribu tenaga kerja, itu berarti sekitar 2.4 juta bisa terserap secara keseluruhan untuk seluruh sektor yang terkait industri ini.
penyerapan tenaga kerja di Industri ini lebih tinggi dibanding industri industri lainnya

tentu saja, Industri ini juga akan menghasilkan bisnis repair kapal, yang lebih labor intensif lagi dibandingkan dengan new build.

dan terakhir adalah dukungan dari Industri ini untuk perkembangan kemampuan militer untuk pertahanan/keamanan, khususnya kapal perang/patroli laut.


sekarang kita lihat Industri Perkapalan di Indonesia. perlu studi banding ke India? 

No comments: